Soal Klub Poligami, Malaysia Dijuluki ’Pembuat Onar’
NU Online · Sabtu, 24 Oktober 2009 | 06:05 WIB
Klub Poligami, sebuah organisasi yang berpusat di Malaysia, dinilai meresahkan masyarakat. Tak sedikit kalangan dosen dan kiai di Bandung menduga kuat hadirnya klub itu pada prinsipnya ada tujuan lain yang dibalut dengan wadah poligami.
Kehadiran organisasi ini dari Malaysia juga telah memicu prasangka negatif, mengingat warga Indonesia trauma dengan para teroris yang ternyata datang dari negeri Jiran itu.<>
"Malaysia saat ini selalu membuat onar terhadap negara kita. Sepatutnya kita harus mewaspadai atas inisiatif Mohamad Umar yang terang-terangan mendirikan klub tadi," kata Kiai Bunyamin, di Bandung, Sabtu (24/10).
Dirinya meminta pihak-pihak terkait melakukan penelitian dan pengkajian atas upaya pihak Malaysia ang melebarkan sayap organisasi itu ke Indonesia.
Seperti diwartakan sebelumnya, untuk mensosialisasikan poligami Klub Poligami Global Ikhwan sudah membuka situs melalui facebook, dan anggotanya sudah mencapai 302 anggota.
Klub Poligami ini dikelola oleh tiga orang masing-masing Mohammat Safiri, Latifah Abd Al Qohar, dan Andrew Fah Tan. Untuk di Jawa klub ini baru memiliki anggota 35 keluarga yang sudah resmi menjadi anggota Klub Poligami Global Ikhwan. Syaratnya masuk menjadi keanggotaan tak boleh memiliki lebih dari empat istri. (sam/ant)
Terpopuler
1
PBNU Putuskan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Tambakberas Jombang, 27-31 Agustus 2026
2
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
3
PBNU Rampungkan Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Lirboyo dan Jakarta Jadi Opsi Terkuat
4
Penentuan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Ditunda, Paling Lambat Besok Pagi
5
PBNU Sebut Pengalaman Tambakberas Jombang Jadi Modal Utama Selenggarakan Muktamar Ke-35 NU
6
Pesan Rais Aam PBNU kepada Pengurus 25 Hari Jelang Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua