Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus memberikan beasiswa kepada lebih dari 1115 mahasiswa. Bentuk beasiswa tersebut mencakup beasiswa berprestasi, berasiswa tahfidz Al Qur'an, beasiswa kurang mampu, dan pengembangan bahasa asing.
Besaran beasiswa permahasiswa penerima adalah Rp 1.200.000. Di luar beasiswa dari STAIN Kudus, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk memberikan beasiswa serupa.<>
Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Yasin MAg, mengatakan bahwa tujuan pemberian beasiswa pada dasarnya adalah membantu kelancaran studi. "Setiap jenis beasiswa mempunyai maksud masing-masing," kata dia ketika dihubungi NU Online, Senin.
Beasiswa tahfidz merupakan salah satu bentuk kepedulian tersendiri dari jenis beasiswa lain. Dengan itu, ia berharap target hafalan Qur'an yang dilakukan mahasiswa tercapai. Pasalnya, komposisi mahasiswa yang sedang menghafal Al Qur'an lumayan banyak.
"Alhamdulillah, beasiswa tahfidz sudah berjalan dua tahun ini," papar Dosen Syariah STAIN Kudus ini.
Pada tahun mendatang kuota penerima beasiswa kemungkinan akan naik. "Asal tidak ada masalah yang menghalangi, yang menentukan pusat." Kepada penerima beasiswa ia menghimbau agar mensedekahkan sebagian beasiswa yang diterima kepada pihak yang dirasa kekurangan atau membutuhkan kepedulian.
Ia kemudian menggagas sumbangan dari mahasiswa yang dikumpulkan dan diberikan sendiri oleh mahasiswa. Pencair dan beasiswa berprestasi yang dilakukan pada Selasa sampai Rabu (6-7/7) lalu mempunyai posisi strategis, yakni momen pembayaran daftar ulang semester.
"Sebaiknya beasiswa dialokasikan untuk itu, bukan untuk memberli hal yang kurang berguna."
Imam Taufik (23), mahasiswa Syariah STAIN Kudus yang menerima beasiswa berprestasi mengaku senang. Dengan besaran itu ia bisa meringankan beban orang tua.
"Saya gunakan untuk bayar semesteran," katanya. Namun, ia menyayangkan besaran antar beasiswa sama. Padahal prestise dan upaya yang dilakukan lebih berat beasiswa berprestasi, yakni disyaratkan untuk membuat proposal penelitian. (zak)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
5
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
6
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
Terkini
Lihat Semua