Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, Rabu (13/1) hari ini melaksanakan wisuda pertama sejak didirikan pada 2001 oleh Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama. Sebanyak 179 wisudawan wisudawati dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dinyatakan telah menyelesaikan tugas pekuliahan Strata 1 dan meraih gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I).
Acara wisuda diadakan di Gedung Pusat Pegadaian, di samping gedung PBNU Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Orasi Ilmiah dalam wisuda ini disampaikan oleh mantan ketua STAINU Dr Mundzier Suparta MA bertajuk "Tantangan dan Peluang Pendidikan Islam di Era Globalisasi".<>
Katua STAINU Jakarta Drs Mujib Qulyubi MA menyatakan, lulusan STAINU diharapkan memiliki kemampuan akademik yang memadai dan dapat berperan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya khazanah kebudayaan nasional.
"STAINU Jakarta didirikan untuk mencetak sumber daya Muslim yang unggul, berpikir akademis, kritis, bertanggungjawab dan profesional dalam bidang pendidikan yang dilandasi nilai-nilai dan sikap menurut ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama'ah, berakhlakul karimah serta mampu beradaptasi dengan zaman," katanya.
Dalam kata sambutannya Mujib juga menyampaikan harapannya untuk meningkatkan status STAINU menjadi Universitas seperti direncanakan sebelumnya oleh Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama, sebuah yayasan yang didirikan dan dimiliki oleh PBNU.
”Mudah-mudahan pada masa yang akan datang segera terwujud Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di Jakarta,” katanya.
STAINU mendapatkan izin penyelenggaraan program PAI dari Dirjen Kelembagaan Islam Depag RI pada 2003. STAINU terus meningkatkan mutu pendidikan dan pada 23 Juli 2009 telah mendapatkan Akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Saat ini STAINU menempati dua kampus yang terpisah yakni di Gedung PBNU jakarta Lt. 4/5 dan Gedung STAINU Jl Parung Hijau, Pondok Udik, Kemang Bogor. (nam)
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua