Pemimpin Tarekat Syattariyah KH M Sofyan al-Mursyid menyatakan ketertarikannya kepada pasangan Megawati-Prabowo Subianto. Menurutnya pasangan ini selalu mengedepankan ekonomi kerakyatan.
Sebagai wujud dukungannya, dikatakannya, 270 kiai di dalamnya bergabung dengan Front Persatuan Pendukung Prabowo (F-PPP). Mereka juga siap menggalang dukungan massa untuk Prabowo.<>
"Pembelaannya kepada nasib petani dan nelayan membuat kami tertarik. Komitmennya membela rakyat miskin, membuat kami tidak ragu memberikan dukungan," kata Sofyan kepada wartawan di Jakarta seperti dilansir okezone.com, Jum’at (18/6).
Sofyan menambahkan, pemihakan Prabowo kepada rakyat kecil sudah terlihat ketika memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) maupun Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI).
Dia menegaskan, anggota Tarekat Syattariyah tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan anggota terbanyak ada di Provinsi Jawa Timur yang menjadi basis NU. Untuk Jawa Timur, pihaknya mengaku sudah didukung 400 khalifah (tingkat kabupaten) dan muqoddam (tingkat kecamatan). "Nah, yang tergabung dalam tarekat ini mulai dari kiai khos hingga kiai kampung," ujarnya.
Menurut Sofyan Tarekat Syattariyah merupakan bagian dari NU. Karena itu, pihaknya tidak akan kesulitan untuk mendapat dukungan dari warga NU. Mengenai sosok Megawati, Sofyan tak mempersoalkan kepemimpinan perempuan. Sebab, kepemipinan tidak dilihat dari jenis kelamin melainkan dari kemampuan.
"Jadi tidak ada masalah dengan Ibu Megawati. Pada Pilpres 2004 lalu, Ibu Megawati berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi yang saat itu menjabat Ketua Umum PBNU," ungkapnya. (sam)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua