Madiun, NU Online
Sering “terseretnya” organisasi masyarakat dalam berbagai kepentingan, seolah membuat Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj berkepentingan menekankan tugas yang sebenarnya. Dijelaskan, ormas seperti NU memiliki kewajiban membangun manusia.
“Kewajibannya adalah membangun manusia, masyarakat. Tidak lagi mempersoalkan agama. Agar lebih maju, bermanfaat, membangun kekuatan budaya moral agama akhlak ekonomi politik,” paparnya saat menjadi pembicara dalam Halal Bi Halal Pengurus Cabang PCNU Kota Madiun, Jawa Timur, di Wisma Haji Kota, Sabtu (18/11) lalu.
Menurut Kang Said--begitu panggilan akrabnya--ada beberapa hal yang harus diperkuat langkahnya oleh ormas, termasuk NU. Yakni, spirit agama. “Dengan selalu melakukan pendalaman, pemahaman ilmu agama. Saat ini, sudah banyak dilakukan NU. Pokoknya kalau ada masalah agama, nggak usah khawatir, tanya ke NU,” ujarnya.
Yang menarik, menurutnya, jika yang ditanyakan atau yang harus diperbuat, adalah hal lain seperti dunia politik. “Lha kalau masalah politik, sulit. Biasanya nggak sedep (tidak sedap), atau rasane (rasanya) hambar, sering kasinen (terlalu asin), kepedesen (terlalu pedas),” kelakarnya sambil tersenyum dan disambut ger-geran hadirin.
Kebesaran Islam, menurutnya, adalah karena akidah dan syariatnya, sejak 14 abad lalu tidak berubah alias original. “Ini tidak terjadi pada agama lain. Yang berubah, adalah manusianya. Yang harus diperbarui, ditingkatkan, dituntut perubahan, adalah cara bagaimana berakidah, bersyariat, bangun kebersamaan, saling melengkapi dan saling menghargai,” paparnya.
Penguatan lain yang harus dilakukan, adalah ruhul wathaniyah atau spirit nasionalis. “NU harus memperkuat semangat nasional mempertahankan, mencintai, menjaga dan mengawal keutuhan ber-Indonesia,” tutur Kang Said. Menurut catatan sejarah, lanjutnya, spirit nasionalisme sudah bergelora sejak lama, bahkan sebelum sumpah pemuda. (gpa/sam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia
2
Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan
3
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
4
RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat
5
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
6
Enam Ruko di Lokasi Pembukaan Muktamar Ke-35 NU Dibongkar, Pedagang Dapat Kompensasi
Terkini
Lihat Semua