Terpilih, Ida Fauziyah Akan Rangkul Semua Calon
NU Online · Senin, 5 Juli 2010 | 10:21 WIB
Ketua umum baru Pengurus Pusat Fatayat NU Ida Fauziyah akan merangkul semua calon yang bersaing dengan dirinya dalam Kongres XIV. Semua calon yang dipilih oleh peserta kongres akan masuk dalam jajaran PP Fatayat NU periode 2010-2015.
“Saya akan melibatkan semua kekuatan dan kader-kader terbaik Fatayat NU untuk bersama-sama berdedikasi membesarkan organisasi dan memberikan perhatian terbaik pada nasib kaum perempuan Indonesia,” kata Ida Fauziyah dalam konferensi pers di kantor PBNU, Jakarta, Senin (5/7).<>
Terkait kesibukannya sebagai anggota DPR RI, Ida bertekad akan dapat membagi waktu dengan baik. “Profesi DPR kan sama dengan profesi lain, saya akan membagi waktu. Dan fungsi ketua umum kan sebenarnya lebih ke speaker,” katanya.
Ida yang juga bagian dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan dalam konteks Fatayat, dirinya tidak hanya akan memperhatikan kader dari PKB. Bahkan kata dia, dalam susunan PP Fatayat yang baru nanti juga akan diisi oleh kader-kader partai politik yang lain.
Kongres yang berakhir Ahad dini hari tadi merekomendasikan ketua umum terpilih dan dewan formatur yang mewakili lima zona di Indonesia untuk melengkapi susunan kepengurusan paling lambat satu bulan ini.
Ida Fauziyah menambahkan, suksesnya penyelenggaraan kongres harus bermakna suksesnya perempuan Indonesia. ”Berbagai persoalan yang hingga kini masih menyelimuti perempuan Indonesia di berbagai bidang telah menjadi perhatian utama dalam Kongres XIV ini,” katanya. (nam)
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Sembilan Pesantren Masuk Daftar
3
Khutbah Jumat: Jadi Manusia yang Menenangkan, Bukan yang Meresahkan
4
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
5
BMKG Prediksi El Nino Berlangsung hingga Setahun, Wilayah Selatan Berpotensi Dilanda Kekeringan
6
‘Gak Srawung Gak Ditulung’: Etika Bertetangga di Zaman Serba Sibuk
Terkini
Lihat Semua