Prihatin dengan kondisi bangsa, para tokoh lintas agama menggelar pertemuan untuk menyikapi kekisruhan hukum di Indonesia, Rabu (2/12). Mereka menyerukan kepada para penegak hukum di Indonesia untuk dapat memberikan transparansi hukum, agar dapat menolong keadaan tanpa menimbulkan masalah baru.
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi yang bertindak selaku juru bicara pada pertemuan tersebut menyatakan, tokoh lintas agama mendesak semua pihak terkait, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif, untuk jujur kepada rakyat dengan bersungguh-sungguh menangani kasus-kasus hukum di Indonesia.<>
"Jangan melakukan sandiwara terhadap masyarakat. Kita sudah terlalu banyak menyaksikan langkah-langkah simbolistik namun tidak ada penyelesaian secara riil," tegas Hasyim dalam pers rilis-nya.
Menurutnya, selama ini penyelesaian-penyelesaian masalah hukum di Indonesia cenderung mengedepankan penyelesaian hukum prosedural dibanding secara substansial, tapi jauh dari rasa keadilan. Karena itu, hukum harus segera dikembalikan kepada keadilan, agar rakyat bisa percaya kepada institusi penegak hukum.
"Bila semata secara prosedural, hukum akan mudah dipermainkan. Kami harap ada perjuangan yang sungguh-sungguh untuk mengembalikan hukum pada rasa keadilan secara substantif," katanya.
Hadir dalam pertemuan yang diselenggarakan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta ini, antara lain Ketua PGI Pendeta Anderas Yewangoe, Sekum PGI Gumar Gultom, Sekjen KWI Romo Pujosumarto dan Sekretaris KWI Romo Beni. Juga dari PHDI Putu Suwita, Philips (Walubi) serta dari Matakin. (min)
Terpopuler
1
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
2
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
3
Karhutla Ancam Kalimantan, Pantauan Satelit BNPB Temukan 1.487 Titik Panas
4
Khidmah NU di Akar Rumput: Ketangguhan Keluarga menuju Indonesia Emas
5
PBNU Perluas Kolaborasi untuk Transformasi Pesantren
6
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Terkini
Lihat Semua