Ankara, NU Online
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan meminta maaf atas tewasnya ribuan suku Kurdi dalam operasi militer di selatan Turki pada 1930-an.
"Mohon diperkenankan, atas nama negara, saya meminta maaf atas kejadian itu," ujar Erdogan di depan anggota Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP), Rabu, (23/11) yang disiarkan melalui televisi.<>
Erdogan mengatakan, menurut dokumen yang ada, serangan udara dan operasi darat di Kota Dersim--sebelumnya bernama Tunceli--yang berlangsung antara 1936-1939 telah menewaskan 13.800 orang. "Dersim merupakan salah satu tempat peristiwa berdarah yang paling tragis," katanya.
Menurutnya, serangan terhadap orang-orang Kurdi dilakukan oleh kelompok oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) yang didirikan oleh Mustafa Kemal Ataturk, pendiri negara modern Turki. Dalam dokumen lainnya yang diteken oleh Ismet Inonu, Pemimpin CHP dan Presiden Turki kedua setelah Ataturk meningggal pada 1938, jelas Erdogan, sekitar 11.600 orang telah meninggalkan tanah air. Hingga 1946, Turki masih menganut satu partai, yakni CHP.Â
Erdogan mengutuk kebijakan partai oposisi CHP yang melakukan pembunuhan terhadap suku Kurdi. Saat ini CHP dipimpin oleh Kemal Kilicdaroglu dari Dersim.
"Dersim menderita dan mengalami peristiwa yang menyebabkan ribuan orang tewas. Ratusan orang juga mengalami bencana karena ulah CHP. Itu bukan dilakukan oleh Partai AKP, tetapi pemerintahan AKP harus menghadapi kenyataan tersebut serta meminta maaf terhadap apa yang dikerjakan CHP," katanya.
Belum lama ini, Mehmet Metiner, Deputi AKP, mengusulkan perubahan nama bandar udara internasional Sabiha Gokcen di Istanbul yang diadopsi dari nama anak perempuan Ataturk. Gokcen adalah pilot perempuan pertama Turki yang aktif ambil bagian dalam penyerangan suku Kurdi di Dersim.
Redaktur : Syaifullah Amin
Sumber  : Aljazeera
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Libur Sekolah Awal Ramadhan 18-20 Februari 2026
2
Disambut Ketum PBNU, Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Harlah 100 Tahun NU di Malang
3
Resmi Dikukuhkan, Ini Susunan Pengurus MUI Masa Khidmah 2025-2030
4
Data Hilal Penentuan Awal Bulan Ramadhan 1447 H
5
1.686 Warga Padasari Tegal Mengungsi, Tanah Bergerak di Tegal Masih Aktif
6
Ratusan Ribu Warga Dikabarkan Bakal Hadiri Mujahadah Kubro 100 Tahun NU di Malang
Terkini
Lihat Semua