Ulama sebagai penerus dakwah Nabi merupakan sosok-sosok panutan yang bertanggungjawab terhadap perkembangan moral masyarakat. Ulama mengemban amanah universal untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakatnya, terutama dalam menerjemahkan ajaran-ajaran Allah dan Rasulullah.
Karenanya, agar dapat menyerap ajaran-ajaran para ulama degan benar, umat Islam harus mencintai para ulamanya. Umat Islam diharapkan tidak terhanyut dalam gelombang-gelombang propaganda yang menjauhkan masyarakat dari para ulamanya.
/>
Demikian dinyatakan Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD-PBNU), H Syamsul Ma'arif dalam ceramahnya pada acara Istighotsah dan Pengajian Rutin LD-PBNU di halaman Gedung PBNU Jl. Kramat Raya 164 Jakarta, Rabu malam (30/3).
Menurut Syamsul, banyak sekali kelompok-kelompok aliran Islam yang mengecoh pemahaman masyarakat untuk membelokkan kecintaan umat kepada ulamanya. aliran-aliran ini menggunakan dalih agama untuk menjauhkan masyarakat dari para ulama.
"Misalnya jika ada pertanyaan, siapakah yang lebih berhak diikuti: para ulama ataukah Al-Qur'an dan hadits?. pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan mengecoh yang bertujuan menjauhkan umat dari ulamanya," tutur pria asal Pekalongan ini.
Menurut Syamsul, justru para ulama-lah yang menjembatani masyarakat agar mampu menerjemahkan dan memahami perintah-perintah Allah dan Rasulullah dengan benar. Tanpa para ulama, takkan bisa masyarakat mengikuti ajaran Al-Qur'an dan hadidits dengan benar.
"Jadi masyarakat harus waspada terhadap kelompok-kelompok yang ingin menghancurkan Islam melalui cara-cara menjauhkan umat dari ulamanya," tandasnya. (min)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
95 Peserta Lolos Verifikasi Administrasi Seleksi Majelis Masyayikh, Berikut Daftarnya
5
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
Terkini
Lihat Semua