Akibat agresi terbuka Israel ke Gaza tahun lalu, yang berkibat penutupan seluruh akses keluar Gaza hinga kini. Kenyataan ini membuat para penduduk Gaza menyambut kedatangan Ramadhan dengan penuh keprihatinan.
Ihab al-Ashqar, warga Gaza 14 tahun, tersenyum kecut saat menjelaskan alasan mengapa ia tidak merasakan suka cita menyambut bulan suci Ramadhan. “Semua perbatasan ditutup. Israel sedang membunuh kami perlahan-lahan,” ujar Ihab, Rabu (12/8).<>
Israel telah mengisolasi penduduk sipil wilayah tersebut dari dunia luar dengan menutup semua perbatasan sejak Hamas terpilih untuk berkuasa di Gaza tahun 2006. Israel memblokade semua bantuan kemanusiaan kecuali barang-barang yang tak berbahaya, seperti keju, pasta gigi, sikat gigi, sabun, dan tisu toilet.
Seperti halnya 1.6 juta penduduk Gaza yang lain, Ashqar kehilangan suka-cita Ramadhan yang dirasakan semua Muslim setiap tahun. Kesenangan saat berbuka puasa dengan keluarga pun akan tenggelam dalam kegelapan saat Israel terus memblokade pengiriman bahan bakar.
“Kami bahkan tidak diberi pasokan penerangan, Kehidupan kami menjadi tidak tertahankan," ujar seorang ibu kepada situs islamonline.net.(min)
Terpopuler
1
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
2
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
3
Kemenag Buka Pelatihan Ekoteologi 2026, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
4
Kemenag Buka Lima Program Non-Degree 2026, Pendaftaran 5-12 Oktober
5
Innalillahi, Ketua PWNU Jawa Tengah 2003-2013 KH Muhammad Adnan Wafat
6
Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Pelita Keteladanan Sang Bu Nyai, Ahli Riyadhah, dan Politisi
Terkini
Lihat Semua