Jakarta, NU Online
Kesenian wayang kini tengah diupayakan untuk masuk dalam agenda kegiatan rutin sekolah dasar di Kanada, sehingga para pelajar di negara tersebut akan makin mengenal Indonesia.
"Sejumlah pentas kesenian wayang yang diselenggarakan oleh KBRI Ottawa di sekolah-sekolah selama ini selalu menarik animo murid-murid maupun para pengajar," kata konselor urusan Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Ottawa Iswayudha, seperti dikutip Antara kemarin.
<>Di Kanada, sejumlah sekolah dasar memiliki agenda kegiatan section of multiculturalism class (kelas seksi keragaman budaya), yang tujuannya memperkenalkan kepada murid-murid di sana budaya negara-negara lain dan menumbuhkan sikap toleran terhadap budaya bangsa-bangsa lain.
Pekan lalu KBRI Ottawa, bekerja sama dengan Susan Allen dan Susiawan, seniman wayang dan seniman gamelan Jawa dari kelompok Me and My Shadow Puppet, menyelenggarakan pementasan wayang di Elmwood Elementary School, sebuah sekolah dasar swasta yang termasuk terkenal dan tertua di Ontario, Kanada.
Pertunjukan itu mendapat sambutan hangat dari kepala sekolah, guru-guru, dan para murid sekolah tersebut. Mereka mendukung masuknya kesenian wayang dalam kelas seksi keragaman budaya di sekolah mereka. Selain melihat pementasan, murid-murid juga tampak antusias ingin mengetahui budaya Indonesia dan mencoba peralatan gamelan.
Pengenalan Indonesia kepada masyarakat Kanada sejak dini, kata Iswayudha, merupakan hal yang tepat karena ketertarikan kalangan murid sekolah di negara tersebut terhadap segala sesuatu amat kuat dan lama. "Diharapkan pementasan wayang itu akan menjadi pemicu ketertarikan murid sekolah terhadap segala sesuatu yang memiliki nuansa khas Indonesia," katanya.
KBRI Ottawa akan pula menyelenggarakan kegiatan serupa di sekolah-sekolah lainnya di Kanada, sehingga di masa mendatang mereka secara alamiah akan menjadi jembatan komunikasi dan budaya antara Indonesia dengan Kanada. (atr/cih)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
6
KH Afifuddin Muhajir: Mekanisme Pemilihan Pemimpin, Apakah Harga Mati atau Beradaptasi?
Terkini
Lihat Semua