Ada yang berbeda di Kantor Redaksi NU Online, Senin (28/4) kemarin. Pasalnya, kantor yang menjadi pusat informasi dan pemberitaan Nahdlatul Ulama (NU) itu dikunjungi mantan pejabat Orde Baru. Dia adalah Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto.
Wiranto bersama sejumlah petinggi Partai Hanura lainnya menyempatkan diri berkunjung ke Kantor Redaksi NU Online di Lantai 5, Gedung Pengurus Besar NU, Jalan Kramat Raya, Jakarta. Ia melakukan hal itu usai bertemu Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi.<>
Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan persamaan visi dan pandangan antara dirinya dengan NU dalam hal kebangsaan, Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, visi tersebut akan lebih mudah diwujudkan dengan teknologi, seperti halnya, Teknologi Informasi (TI).
“Website NU ini merupakan pengembangan dari teknologi. Tentunya, ajakan kebersamaan dan persaudaraan yang kita lakukan, akan lebih mudah jika dilakukan dengan teknologi,” ujar mantan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan di era pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.
Ia pun mengakui, hal yang dilakukannya saat pertama kali mendirikan Partai Hanura adalah membangun dan mengembangkan TI. Hal itu, salah satunya, diwujudkan dengan keberadaan situs resmi Partai Hanura: www.hanura.com.
Hal senada diungkapkan Pemimpin Redaksi NU Online, Abdul Mun’im DZ. Namun, ia menyarankan agar www.hanura.com lebih meningkatkan sistem keamanannya, terutama menyusul maraknya kejahatan di dunia maya saat ini. Pasalnya, kata dia, situs partai politik lebih rentan terhadap ‘serangan’ para peretas (hacker). (rif)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
6
KH Afifuddin Muhajir: Mekanisme Pemilihan Pemimpin, Apakah Harga Mati atau Beradaptasi?
Terkini
Lihat Semua