Ramallah, NU Online
Pemimpin Palestina Yasser Arafat dikabarkan kondisi kesehatannya dalam keadaan kritis. Presiden berusia 75 ini dicurigai sedang menderita penyakit leukemia, sejenis kanker darah yang bisa fatal, kata seorang pejabat Palestina yang tidak mau disebut namanya (28/10).
Kondisi kesehatan Arafat menjadi hal spekulasi selama beberapa hari terakhir setelah tim dokter dari Tunisia didatangkan ke Tepi Barat untuk melakukan serangkaian tes selama sepekan lalu walaupun selama ini pejabat Palestina mengatakan pemimpin mereka hanya mengalami gangguan kesehatan menderita penyakit salah satu jenis influenza.
<>Namun Menteri sekretaris Kabinet Hassan Abdu Libdeh Rabu malam mengatakan kondisi Arafat menjadi kritis.
Arafat sendiri dijadwalkan berangkat ke Paris untuk menjalani perawatan hari Jumat ini. Jurubicara Kepresidenan Perancis di Paris, kamis, mengatakan Pemerintah Perancis telah mengirim sebuah pesawat ke wilayah Palestina itu untuk mengangkut Arafat ke Paris.
Sebelumnya, sejumlah petugas medis telah mendiagnosis Arafat mengidap "gangguan darah yang cukup fatal yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut di luar Tapi Barat," tempat ia dikurung pasukan Israel selama tiga tahun terakhir.
Spekulasi mengenai kesehatan Arafat yang memburuk berkembang sepanjang akhir minggu ketika satu tim medis dari Tunisia diterbangkan untuk melaksanakan serangkaian pemeriksaan, dengan para pejabat menjelaskan kondisinya Rabu malam "kritis."
Sehubungan dengan perkembangan itu, Pemerintah Israel menyatakan mengizinkan Arafat meninggalkan markas-besarnya yang terkepung itu untuk memperoleh perawatan medis.
Saat dunia dibuat terkejut dengan kondisi kesehatannya, Arafat tetap berusaha mengatakan kepada dunia bahwa dirinya "baik-baik saja" dan tidak perlu dikhawatirkan.
"Presiden ingin mengatakan kepada rakyat Palestina dan ke seluruh dunia bahwa dia baik-baik saja dan tidak perlu dikhawatirkan mengenai dirinya," kata Munib al-Masri, seorang pengusaha yang dekat dengan Arafat, kepada para wartawan seusai pertemuan singkat mereka di markas besar Tepi Barat. "Kondisinya stabil dan dia sembahyang ketika bersama saya," kata al-Masri.
Suha Arafat, istri Arafat, telah tiba di Ramallah sejak Kamis malam untuk mendampingi suaminya yang sedang sakit. Kedatangan Suha Arafat ini merupakan pertama kali sejak suaminya dikepung pasukan Israel di markasbesarnya itu sejak Desember 2001. Suha dan putrinya yang berusia sembilan tahun, Zahwa, memasuki wilayah Tepi Barat dari Tunis.(an/mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua