Zawawi Imron: Bendera Partai Jangan Lebih Tinggi dari Merah-Putih
NU Online · Rabu, 9 Juli 2008 | 02:47 WIB
D Zawawi Imron, ulama dan budayawan kondang asal Madura mengingatkan pentingnya membangkitkan kembali budaya warga negara Indonesia. Ciri budaya warga negara adalah rasional dan legowo alias berani menerima kekalahan.
“Berbeda memang keharusan demokrasi, kelegowoan kita ditantang dan nasionalisme kita juga ditantang,” katanya dalam Dialog dan Taushiyah Perdamaian Warga NU yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang di Gedung Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Jombang, Jawa Timur, Selasa (8/7) kemarin,<> seperti dilaporkan kontributor NU Online Yusuf Suharto.
Sikap legowo itu, misalnya ditunjukkan oleh seorang calon Gubernur di Jawa Tengah yang kalah dan meminta pendukungnya untuk tenang. Zawawi berpesan, jangan sampai politik menjadi panglima yang diposisikan lebih tinggi dari pada persatuan bangsa dan simbol bendera merah putih.
“Jangan sampai bendera partai lebih besar dari merah putih, berbeda dianggap musuh,” katanya. “Mari kobarkan merah putih, sebagai tanda cinta tanah air.”
Penyair Si Celurit Emas itu mengigatkan pentingnya mengelola hati. Karena dari hatilah kejelekan dan kebaikan bersumber. Disitirlah hadits Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa di dalam tubuh manusia ada segumpal daging yang kalau ia baik, maka baik pula seluruh jasad, ingatlah ia adalah hati.
Diingatkan pula oleh Zawawi, bahwa ajining diri saka lathi yang jika diterjemahkan kurang lebih bermakna: kehormatan itu dilihat dari ucapan.
Dia juga mengingatkan warisan tradisi Jawa Islam yang misalnya tercermin dalam ungkapan Raden Ngabehi Ronggowarsito, Pujangga murid KH, Hasan Besari Pesantren Tegalsari Ponorogo yang masih keturunan Hamengku Buwono
“Beja- bejane wong lali, luwih bejo wongkang eling lan waspodo yang artinya sebaik- baik orang yang lupa lebih beruntung dan selamat orang yang ingat dan waspada."
“Waspada itu artinya tidak bertindak berlandas hawa nafsu dan orang yang ingat itu adalah orang yang tidak gila dalam tindakannya,” katanya dalam forum yang dihadiri warga Nahdliyin dan segenap masyarakat Jombang. (nam)
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua