Bantuan Dermawan Malaysia, PCNU Lhokseumawe Salurkan Kurban untuk Korban Banjir dan Santri
Ahad, 31 Mei 2026 | 10:00 WIB
Lhokseumawe, NU Online
Hari Raya Idul Adha tidak hanya menjadi momentum pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga menjadi ruang memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Semangat tersebut diwujudkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe dengan menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat korban banjir, santri, guru dayah, dan warga nahdliyin di Aceh Utara serta Kota Lhokseumawe.
Bantuan dua ekor sapi kurban tersebut berasal dari dermawan Malaysia, Dato Rosli Dahlan, tokoh yang selama ini dikenal aktif mendukung berbagai program sosial, pendidikan, dan keagamaan di Aceh melalui jejaring Nahdlatul Ulama.
Ketua PCNU Lhokseumawe, Tgk M Rizwan Haji Ali, mengatakan satu ekor sapi kurban disalurkan khusus untuk masyarakat terdampak banjir di Gampong Pantee Gaki Balee, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Menurutnya, penyaluran tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang hingga kini masih berupaya memulihkan kehidupan pascabencana banjir yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Nahdlatul Ulama benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Momentum Iduladha harus menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama,” ujarnya kepada NU Online, Sabtu (30/5/2026).
Penyerahan hewan kurban dilakukan langsung kepada aparatur gampong dan panitia kurban setempat agar proses penyembelihan dan pendistribusian daging dapat berjalan secara tertib serta tepat sasaran.
Rizwan menjelaskan bahwa kurban bukan sekadar ibadah ritual tahunan, melainkan mengandung pesan kemanusiaan yang sangat kuat. Nilai pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as harus diterjemahkan dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Esensi kurban adalah berbagi. Karena itu, kami memprioritaskan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, termasuk korban banjir, santri, dan guru-guru dayah yang selama ini mengabdikan diri dalam dunia pendidikan Islam,” katanya.
Baca Juga
Kurban untuk Langit
Sementara itu, satu ekor sapi lainnya disembelih di Kota Lhokseumawe dan dagingnya didistribusikan kepada para santri, guru dayah, serta masyarakat nahdliyin di berbagai wilayah.
Menurut Rizwan, para santri dan guru dayah merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Islam dan tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah di Aceh. Karena itu, mereka juga layak mendapatkan perhatian dalam momentum hari besar keagamaan.
“Kami berharap daging kurban yang disalurkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi para penerima, terutama mereka yang selama ini mengabdikan diri untuk pendidikan dan dakwah Islam,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dato Rosli Dahlan dan jajaran Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia yang terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Aceh.
Menurutnya, hubungan baik antara NU Aceh dan PCINU Malaysia selama ini telah melahirkan banyak program kemanusiaan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Semoga segala bentuk bantuan dan kepedulian yang diberikan menjadi amal jariyah serta membawa keberkahan bagi para donatur dan seluruh pihak yang terlibat,” katanya.
Selama ini, Dato Rosli Dahlan diketahui aktif membantu sejumlah dayah di Aceh Utara dan Lhokseumawe melalui berbagai program sosial. Bantuan tersebut meliputi pembangunan sumur bor, penyediaan tangki air bersih, bantuan mesin pompa air, rehabilitasi mushala, hingga dukungan terhadap kegiatan pendidikan keagamaan.
PCNU Lhokseumawe bersama PWNU Aceh dan PCINU Malaysia juga terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran berbagai bantuan sosial agar benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Rizwan menegaskan bahwa ke depan NU akan terus memperkuat peran sosial-keagamaan di tengah masyarakat melalui berbagai program dakwah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta aksi kemanusiaan.
“Khidmah Nahdlatul Ulama tidak hanya melalui mimbar dakwah dan pengajian, tetapi juga melalui aksi nyata yang dapat membantu masyarakat. Inilah semangat yang terus kami bangun agar NU semakin hadir dan memberi manfaat bagi umat,” pungkasnya.
Momentum Iduladha tahun ini pun menjadi bukti bahwa nilai pengorbanan tidak berhenti pada penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian, kebersamaan, dan kehadiran nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.