Daerah

Belajar Cinta Ilmu dan Amal kepada Syaikh Mahfudz Al-Termasy

Rabu, 7 Maret 2018 | 06:00 WIB

Surabaya, NU Online
Banyak ulama Nusantara yang berhasil menjadi rujukan Islam dunia. Lewat karya dan jaringan yang dimiliki, pandangan mereka mampu memikat berbagai kalangan. Ini menjadi bukti bahwa ulama Tanah Air demikian disegani, termasuk Syaikh Mahfudz al-Termasy.

“Dalam catatan sejarah, Syaikh Mahfudz al-Termasy adalah salah satu tokoh kunci menyebarkannya poros Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah atau Islam Nusantara,” kata Wasid Mansyur, Rabu (7/3). 

Menurut dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut, banyak tokoh Nusantara lahir dan memiliki komitmen, baik ilmu maupun perangai yang dilahirkan. “Ilman wa amalan demikian membanggakan, bahkan menginisiasi lahirnya beberapa pesantren atau meneruskan leluhurnya saat pulang, khususnya di Indonesia,” kata pria yang juga dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam al-Hamidiyah Bangkalan tersebut.

“Kecintaan Syaikh Mahfudz kepada ilmu, memastikannya lebih memilih tinggal di Hijaz, sambil belajar dan mengkader ulama andal sebagai penerus sanad keilmuan sekaligus menjadi pejuang bangsa ketika kembali ke negaranya,” tandasnya.

Dalam kajiannya, Syaikh Mahfudz merupakan pecinta ilmu yang tidak mengenal lelah. “Hingga akhir hayat larut dalam ilmu yakni dengan membaca, menulis dan mengajarkan kepada para santri,” ungkapnya. 

Kelebihannya tidak semata mendalami ilmu agama, juga terlebih mengamalkan. “Karena dengan ilmu amal hidup tercerahkan. Amal tanpa ilmu, mudah lupa, untuk tidak mengatakan sesat,” sergahnya.

Terkait demikian cemerlangnya prestasi dan capaian yang ditorehkan, Wasid berharap umat Islam khususnya para santri untuk terus belajar. “Tidak mudah puas mengaji,” pesannya. 

Menurut pemilik penerbitan Pustaka Idea tersebut, berkah hidup dapat diraih dengan mengaji sebab akan ada proses koreksi diri. “Dan dari Syaikh Mahfudz kita ngaji soal konsistensi cinta ilmu dan amal,” katanya.

Pada saat yang sama, Wasid mengajak berbagai kalangan untuk terus berburu karya Syaikh Mahfudz. “Karena darinya kita banyak belajar berbagai hal,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi


Terkait