Daerah

Cerita Calon Jamaah Haji Aceh Batal Berangkat karena Patah Tulang, PWNU Minta Dukungan Moral dan Empati

Sabtu, 9 Mei 2026 | 21:00 WIB

Cerita Calon Jamaah Haji Aceh Batal Berangkat karena Patah Tulang, PWNU Minta Dukungan Moral dan Empati

Jamaah haji Indonesia bersiap terbang ke Tanah Suci (Foto: Antara)

Banda Aceh, NU Online

Musim haji 2026 di Aceh menghadirkan beragam kisah haru. Ada yang penuh sukacita karena akhirnya dapat memenuhi panggilan Allah Swt, namun ada pula yang harus menahan air mata karena impian yang telah lama ditunggu terpaksa tertunda.

 

Bagi Rohani binti Syamaun Sulaiman, langkah menuju Tanah Suci itu sejatinya sudah di depan mata. Koper telah dipersiapkan, doa-doa keluarga telah dipanjatkan, bahkan jadwal keberangkatan menuju Asrama Haji Embarkasi Aceh pun sudah ditentukan.


Namun takdir berkata lain. Di tengah semangat ribuan jamaah Aceh yang mulai terbang menuju Arab Saudi, seorang calon jamaah haji (CJH) asal Aceh Barat itu harus menunda keberangkatannya akibat musibah patah tulang yang dialaminya beberapa hari jelang keberangkatan.


Rohani sedianya tergabung dalam Kloter 3 Embarkasi Aceh yang diberangkatkan melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Kamis (7/5/2026) dini hari. Ia bahkan dijadwalkan berangkat dari Aceh Barat menuju Banda Aceh bersama rombongan jamaah lainnya pada Rabu malam.


Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Aceh, Darwin, menjelaskan bahwa Rohani batal berangkat setelah mengalami kecelakaan di rumah hingga menyebabkan patah tulang dan harus menjalani perawatan medis intensif. Kondisi tersebut membuatnya tidak memungkinkan mengikuti penerbangan bersama rombongan Kloter 3 tahun ini.


Di tengah suasana keberangkatan jamaah yang dipenuhi talbiyah dan haru keluarga, kabar batalnya Rohani berangkat haji menjadi duka tersendiri. Sebab, perjalanan haji bukan hanya perjalanan biasa, melainkan cita-cita spiritual yang sering kali dipersiapkan bertahun-tahun lamanya.


Sekretaris PWNU Aceh, Tgk H Asnawi M Amin, mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan moral kepada Rohani agar tetap tabah menghadapi ujian tersebut. Menurutnya, musibah yang terjadi bukanlah akhir dari harapan menuju Baitullah.


“Allah mengetahui kerinduan hamba-Nya menuju Tanah Suci. Bisa jadi ini hanya penundaan, bukan kehilangan kesempatan. Kita doakan beliau diberi kesehatan dan dipanggil kembali oleh Allah pada musim haji berikutnya,” ujar Asnawi.

 

Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan haji membutuhkan kesiapan lahir dan batin, termasuk kondisi kesehatan yang prima. Menurutnya, musibah yang dialami Rohani menjadi pelajaran penting bahwa manusia hanya mampu merencanakan, sementara keputusan tetap berada dalam kehendak Allah Swt.

 

Gus Asnawi yang pernah menjadi petugas haji itu menilai kesabaran menerima ujian merupakan bagian dari nilai spiritual yang juga diajarkan dalam ibadah haji. “Kadang Allah menguji kerinduan seorang hamba sebelum benar-benar memuliakannya sebagai tamu-Nya,” katanya.


Sementara itu, petugas haji Aceh, Tgk Khairul Huda, yang juga Ketua Ansor Aceh Barat Daya, menyampaikan empati mendalam terhadap Rohani dan keluarganya. Menurutnya, peristiwa tersebut menghadirkan pesan bahwa ibadah haji bukan sekadar soal kesiapan administrasi dan biaya, tetapi juga kesiapan fisik yang sangat menentukan.


“Banyak jamaah sudah menunggu bertahun-tahun untuk berangkat. Ketika musibah datang menjelang keberangkatan, tentu itu sangat berat. Namun kita yakin Allah memiliki rencana terbaik bagi setiap hamba-Nya,” ujar Khairul Huda.


Ia mengatakan para petugas haji Aceh turut mendoakan agar Rohani segera pulih dan diberikan kesempatan kembali menunaikan ibadah haji di masa mendatang. Menurutnya, semangat dan niat menuju Baitullah tidak akan pernah sia-sia di hadapan Allah Swt.


Di sisi lain, keberangkatan Kloter 3 tetap berjalan sesuai jadwal dengan membawa jamaah asal Aceh Barat, Aceh Utara, Aceh Jaya, dan Kota Langsa menuju Arab Saudi menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Ribuan jamaah Aceh kini mulai menapaki perjalanan spiritual menuju Tanah Suci dengan harapan kembali sebagai haji yang mabrur.