Daerah

Cuaca Ekstrem Picu Kenaikan Harga Pangan, Pedagang Pasar Keluhkan Daya Beli Turun

Rabu, 4 Februari 2026 | 18:00 WIB

Cuaca Ekstrem Picu Kenaikan Harga Pangan, Pedagang Pasar Keluhkan Daya Beli Turun

Penjual cabai rawit merah di Pasar Lasem sedang melayani pembeli (Foto: Ig @explorerembang)

Rembang, NU Online

Cuaca ekstrem yang terjadi sejak akhir 2025 berdampak signifikan terhadap kenaikan harga sejumlah bahan pangan. Kondisi ini dikeluhkan para pedagang di pasar tradisional karena membuat daya beli masyarakat menurun.


Keluhan tersebut disampaikan Sri Lestari, pedagang sembako di Pasar Kulon Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ia menuturkan bahwa lonjakan harga berbagai komoditas sudah dirasakan sejak awal 2026.


“Harga sayuran dan kebutuhan pokok naik semua. Kami pedagang ikut terdampak karena pembeli jadi berkurang,” ujar Sri, Senin lalu.


Menurut Sri, harga bayam kini mencapai Rp5.000 per dua ikat, sawi hijau Rp3.000 per ikat, wortel Rp20.000 per kilogram, cabai rawit Rp40.000 per kilogram, serta cabai keriting juga mengalami kenaikan. Sementara harga telur berada di kisaran Rp27.000 per kilogram.


Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng. Minyak goreng kemasan dua liter yang sebelumnya dijual Rp35.000, kini naik menjadi Rp40.000.


Sri mengungkapkan, kondisi tersebut membuat pelanggan setianya menahan belanja karena kesulitan menyesuaikan dengan harga yang terus meningkat.


“Sejak Januari langganan saya belum sepenuhnya belanja karena tahu harga sembako naik,” tandasnya.


Lonjakan harga paling terasa terjadi pada cabai rawit. Harga cabai rawit merah dilaporkan naik dari Rp40.000 menjadi Rp60.000 per kilogram, sementara cabai rawit hijau sempat menembus Rp80.000 per kilogram pada awal Januari akibat faktor cuaca. Bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan, dengan harga bawang putih mencapai Rp40.000 per kilogram.


Selain itu, harga beras ikut terdampak. Beras kualitas menengah hingga premium dijual di kisaran Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras kualitas super mencapai Rp17.000 per kilogram.


Kenaikan harga juga dirasakan pedagang daging. Indah, penjual daging di pasar yang sama, menyebut harga daging sapi premium kini mencapai Rp130.000 per kilogram.


“Untuk hari ini yang naik daging sapi premium. Kalau daging ayam kampung Rp100.000 per kilogram, dan ayam potong Rp35.000 per kilogram, sebelumnya Rp30.000,” ujarnya.


Sementara itu, pedagang buah, Ahmad Nafi, mengaku sejumlah buah mengalami kenaikan harga, seperti manggis, pir, dan alpukat.


“Harga pir dan alpukat sekarang Rp40.000 per kilogram, sedangkan manggis Rp50.000 per kilogram,” katanya.


Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga pangan, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.


“Saya berharap harga kembali normal. Apalagi mau Ramadhan, supaya tetap ada pemasukan meski sedikit,” pungkas Nafi.