Daerah

Di Jember, Takbiran Dimeriahkan Atraksi Panjat Pedang

Rabu, 22 Agustus 2018 | 12:00 WIB

Jember, NU Online 
Gema takbir yang dilantunkan jamaah  masjid Nurul Huda, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur, Selasa (21/8) malam sedikit berbeda. Sebab, gema takbir tersebut diiringi dengan aktraksi panjat pedang yang dimainkan oleh para laskar Aswaja.

Pedang yang berjumlah 11 unit terserbut ditancapkan ke tiang bambu  dengan mata pedang di bagian atas. Pedang-pedang itulah yang dipanjat oleh sejumlah  para laskar Aswaja, tanpa tergores luka sedikitpun, baik di kaki maupun tangan. 

“Alhamdulillah sukses. Ini ilmunya Allah,” kata Gus Rohim, saat mengomandani aksi panjat pedang itu.
Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) tersebut mengaku biasa menggelar atraksi memanjat pedang, bahkan lebih ngeri dari itu.

Semuanya bukan untuk kesombongan, tapi sebagai pencerahan terhadap masyarakat  bahwa ilmu Allah itu teramat luas. Ujung-ujungnya bermuara pada harapan munculnya rasa kagum atas kebesaran-Nya.

“Punya ilmu seperti itu bukan untuk kesombongan, apalagi alat mengancam orang lain. Bukan. Tapi untuk disyukuri sebagai sebuah karunia Allah,” jelasnya.

Gus Rohim menegaskan bahwa Indonesia begitu kaya dengan kebudayaan, termasuk di antaranya adalah ilmu kanuragan. Karena itu, ia mengimbau pemerintah untuk menjaga kelestarian jenis kebudayaan yang satu ini.

“Nyatanya, banyak ilmu kanuragan, kekebalan dan sebagainya yang bersumber dari ilmu Allah. Bukan ilmu jin atau semacamnya,” tandasnya. (Aryudi Abdul Razaq/Ibnu Nawawi


Terkait