Daerah

Di Tambakberas, Sejumlah Kiai Bahas Hukum LGBT Hingga Mahar Politik

Kamis, 8 Maret 2018 | 03:00 WIB

Jombang, NU Online
Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang bersama Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) menggelar bahtsul masail pondok pesantren se-Jawa dan Madura, Rabu hingga Kamis (7-8/3).

Acara ini membahas berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Setidaknya ada tiga persoalan penting yang dikupas tuntas pada forum ini. Di antaranya tentang hukum fanatisme, persoalan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender/transeksua atau LGBT, politik uang, mahar politik hingga bisyarah untuk saksi.

"Pembahasan yang diangkat dalam forum antara lain, komisi A tentang hukum fanatisme, komisi B persoalan LGBT, komisi C tentang politik uang, mahar politik, bisyarah saksi," kata ketua penyelenggara kegiatan, H Abdullah Rif'an, Rabu (7/3).

Pria yang juga sebagai Sekretaris I Yayasan PPBU ini menambahkan, setelah semua topik bahtsul masail tersebut rampung dibahas, acara ditutup dengan gelaran mauidhah hasanah. Sesuai jadwal, kegiatan diselenggarakan pada Kamis (8/3) sore hari. 

"Acara ini berlangsung mulai Rabu hingga Kamis. Dan insyaallah nanti ditutup dengan mauidhah hasanah oleh KH Moh Nurul Huda Jazuli dari Pesantren Al Falah Ploso, Kediri," lanjut Gus Rif'an, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan PPBU, H Mohammad Wafiul Ahdi berpesan agar forum bahtsul masail dilakukan dengan sebaik mungkin. Menurutnya, forum diskusi ini adalah salah satu warisan para ulama kepada para generasinya untuk menjawab segala persoalan yang muncul.

“Forum ini harus terus dilestarikan dan dijaga keberlangsungannya. Inilah tradisi dan kekhasan pesantren, warisan para muassis dan masyayikh Nahdlatul Ulama, yang notabene adalah para kiai dan guru-guru kita. Semoga forum ini nanti menghasilkan keputusan-keputusan yang bisa mengayomi masyarakat," ujarnya.

Sejumlah kiai dan tamu undangan hadir mengikuti acara tersebut, tampak di antaranya KH Abdus Salam Shohib, KH Moh Alwi Abdulloh, KH Shobih Aziz, KH Abdul Kholiq Mustaqim, KH Abdur Rozaq Sholeh, KH Ahmad Hasan serta sejumlah kiai lain.
Sesuai data panitia penyelenggara, tercatat sebanyak 380 utusan dari berbagai pesantren se-Jawa, Madura sejak menjelang pembukaan. Mereka mulai memadati ruangan pendaftaran.

Acara pembukaan berlangsung di Masjid Bahrul Ulum. Tampak pada kesempatan ini musyawarin mengikutinya dengan antusias, meskipun di luar hujan deras mengguyur. (Syamsul Arifin/Ibnu Nawawi)


Terkait