Daerah

Dukung Penguatan Kebangsaan, Kodim 0824 Sebar Khutbah Jumat

Jumat, 16 Maret 2018 | 01:30 WIB

Jember, NU Online 
Dalam rangka menguatkan nilai kebangsaan dari kacamata agama, Komando Distrik Militer (Kodim)  0824 beberapa waktu berselang membagikan ribuan buku khutbah Jumat. 

Buku berjudul 57 Khutbah Jumat: Runut Logika Agama yang Terpadu dengan Kebangsaan dan Sentuhan Doa tersebut dibagikan untuk seluruh masjid di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Menurut Komandan Kodim 0824, Letnan Kolonel Arif Munawar, di Jember terdapat 2.018 masjid. Buku-buku tersebut dibagikan ke masing-masing Babinsa (Bintara Pembina Desa), untuk diserahkan ke takmir masjid. 

“Kami juga berharap nanti masjid dapat buku itu, dan Babinsa juga dapat buku itu sebagai kontrol," ujarnya kepada NU Online di Jember, Kamis (15/3).

Arif  berharap agar buku tersebut dapat menguatkan nilai-nilai Pancasila di masyarakat dengan pendekatan agama. Sehingga ada sinkronisasi antara nilai-nilai Pancasila dan agama. “Pancasila adalah dasar etika moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya. 

Ia menambahkan bahwa penguatan Pancasila idealnya  dimulai dari masyarakat awam agar mereka paham tentang  arti pentingnya dasar negara tersebut. Itulah sebabnya, pihak Kodim 0824 Jember  melibatkan Babinsa agar bersinergi dengan dua pilar desa lainnnya, yaitu Bhabinkamtibmas dan kepala desa untuk penguatan Pancasila. 

"Membangun negeri tidak dari kota, tapi dari pinggiran, dari desa, sehingga kita menyentuh Pancasila langsung dari desa,” urainya.

Buku kutbah  Jumat tersebut diterbitkan oleh lembaga Islam Integral yang dipimpin Ali Assegaf. Dalam pengantarnya disebutkan bahwa ide pembuatan buku itu berangkat dari keprihatinannya terhadap banyaknya kajian agama tanpa menyertakan wacana bangsa, wacana Pancasila di dalamnya, begitu pun sebaliknya.  

"Saya melihat Islam melahirkan nilai-nilai Pancasila dan dalam Islam ada media salat Jumat. Kita tidak ingin salat Jumat menjadi tempat yang justru tidak mengenalkan fungsi negeri dan Pancasila. Selama ini saya lihat nilai dalam Islam dan Pancasila sering dibuat tidak sinkron," jelas Ali Assegaf  (Aryudi A Razaq/Ibnu Nawawi)  


Terkait