Hujan Es Landa Aceh Tengah, Sejumlah Tanaman dan Rumah Warga Terdampak
Ahad, 5 April 2026 | 15:00 WIB
Aceh Tengah, NU Online
Fenomena hujan es disertai angin kencang melanda sejumlah kampung di Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh pada Sabtu (4/4/2026) sore. Peristiwa cuaca ekstrem tersebut mengejutkan warga dan menyebabkan kerusakan pada sektor pertanian serta sejumlah rumah penduduk.
Camat Atu Lintang Malikussaleh mengatakan hujan es terjadi secara tiba-tiba dan melanda beberapa wilayah dalam waktu hampir bersamaan. Berdasarkan data sementara, hujan es dilaporkan terjadi di Kampung Gayo Murni, Merah Muyang, Damar Mulyo, Kepala Akal, dan Kampung Atu Lintang.
“Benar, sore ini hujan es turun. Laporan kami terima dari para reje sesaat setelah kejadian,” ujar Malikussaleh.
Ia menjelaskan, selain butiran es, angin kencang yang menyertai hujan turut memperparah dampak di lapangan. Sejumlah tanaman warga, terutama komoditas kopi dan hortikultura, mengalami kerusakan cukup signifikan.
“Tanaman kopi dan hortikultura banyak yang terdampak. Ini tentu merugikan warga,” katanya.
Selain kerusakan pada sektor pertanian, beberapa rumah warga juga dilaporkan mengalami dampak akibat terjangan angin kencang. Namun, hingga saat ini pihak kecamatan masih melakukan pendataan untuk mengetahui tingkat kerusakan secara rinci.
“Ada laporan beberapa rumah terdampak, tetapi data pastinya masih kami kumpulkan,” tambahnya.
Sementara itu, pemerintah kecamatan segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan langkah penanganan lanjutan. Upaya tersebut meliputi pendataan dampak secara menyeluruh serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
Malikussaleh menegaskan pihaknya akan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan masyarakat mendapatkan perhatian yang diperlukan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait untuk penanganan lanjutan,” ujarnya.
Fenomena hujan es di wilayah Aceh Tengah tergolong jarang terjadi, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan sosial di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.
Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tengah, Tgk. Mursyidin, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang terjadi.
Ia menilai fenomena hujan es merupakan bagian dari tanda kebesaran Allah SWT yang patut disikapi dengan memperkuat keimanan dan meningkatkan kesadaran diri.
“Kejadian ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak doa, dan menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.
Selain itu, Tgk Mursyidin juga mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial dengan saling membantu warga yang terdampak, baik yang mengalami kerusakan rumah maupun kerugian di sektor pertanian.
“Kita perlu saling peduli dan membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Ini adalah bagian dari ukhuwah dan kepedulian sosial,” katanya.