Daerah

Idul Adha di Pesantren Almanar Azhari Depok: Tebar Kurban, Tanamkan Kemandirian dan Solidaritas

Ahad, 31 Mei 2026 | 18:00 WIB

Idul Adha di Pesantren Almanar Azhari Depok: Tebar Kurban, Tanamkan Kemandirian dan Solidaritas

Para santri menerima paket daging kurban pada Idul Adha 1447 H, Kamis (28/5/2026). (Foto: Zahra)

Depok, NU Online
Suasana Idul Adha di Pondok Pesantren Almanar Azhari di Limo, Depok, Jawa Barat tahun ini berlangsung semarak. Selain menjadi momentum berbagi daging kurban kepada masyarakat sekitar, rangkaian kegiatan yang digelar pesantren juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para santri, mulai dari puasa sunnah, pawai obor, hingga lomba memasak sate.


Salah satu ustadz di Pesantren Almanar Azhari, Faisal Achdiyatna, menjelaskan bahwa rangkaian Idul Adha di pesantren tersebut dimulai sejak tanggal 8 Dzulhijjah.


“Santri diajak menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah bersama, mengikuti pawai obor, bertakbir keliling lingkungan, sholat Id berjamaah, menyaksikan penyembelihan hewan qurban, hingga mengikuti lomba masak sate,” ungkapnya saat pembagian daging kurban NU Care-LAZISNU, Kamis (28/5/2026).

 

“Ini semua tujuannya pesantren mau menanamkan kemandirian bagi santri dan memperkuat solidaritas santri,” jelas Faisal.


Bagi para santri, Idul Adha di pesantren juga menjadi pengalaman yang penuh cerita. Meski tidak pulang ke rumah, mereka tetap merayakan hari raya dengan berbagai kegiatan bersama. Anggun Al Magfirah, santri kelas 2 SMA, mengaku senang karena suasana Idul Adha di pesantren terasa ramai dan hangat.

 

“Seru banget Idul Adha di pesantren. Kita nggak pulang ke rumah, tapi ngerayain bareng-bareng di sini. Ada pawai obor, lomba masak sate,” katanya.

 

Hal serupa disampaikan Uyainah Valleria. Menurutnya, pawai obor yang dilakukan bersama masyarakat sekitar menjadi salah satu cara mempererat hubungan antara pesantren dan warga.


“Kita pawai obor bareng masyarakat sekitar, jadi sekalian silaturahmi dan mempererat persaudaraan. Di pesantren juga ada sholat Ied berjamaah, dan itu terbuka umum buat masyarakat juga,” ujarnya.


Elsa Violetta, santri kelas 9, juga merasa antusias. Ia mengatakan, daging qurban biasanya dimasak bersama menjadi sate, sop, hingga dendeng. Tahun ini terasa lebih istimewa karena pesantren menerima sapi qurban berukuran sangat besar dari Shopee Barokah melalui NU Care-LAZISNU.


“Kita biasanya ada lomba masak sate. Selain itu, juga kita bikin dendeng. Sama dibikin sop sama ibu dapur. Kita seneng banget pertama kali dapat qurban dari Shopee dan gede banget sapinya,” kata Elsa.

 

Sejak pagi, santri dan masyarakat sekitar berkumpul menyaksikan penyembelihan hewan kurban yang bekerjasama dengan Shopee Barokah. Di tengah halaman pondok, seekor sapi besar yang diberi nama Abdul Hamid menjadi pusat perhatian. 


Anak-anak mendekat, mengelus kepalanya, lalu berbicara pelan seolah sedang menenangkan sahabat baru mereka.

 

“Sapi jangan sedih ya, kamu mau dipotong, nanti ketemu teman-teman kamu di surga,” ucap salah satu anak. 

 

Anak lainnya turut menyahuti: “Sapi, nanti kamu jadi kendaraan kita di akhirat, semangat yaa.” 


Sapi limosin berbobot lebih dari satu ton itu tampak tenang. Alih-alih gelisah, sapi Hamid tampak menundukkan kepalanya agar anak-anak lebih mudah mengelus. Sesekali ia mengeluarkan suara pelan ‘moooo’, membuat anak-anak semakin senang dan tidak takut.

 

Perwakilan Pondok Pesantren Almanar Azhari, H. Muhammad Iqbal Lutfi, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada NU Care-LAZISNU dan Shopee Barokah.


Menurutnya, kurban ini menjadi keberkahan bagi pesantren dan masyarakat sekitar, mengingat banyak santri berasal dari keluarga kurang mampu dan banyak warga sekitar tinggal di bantaran sungai.


“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada LAZISNU dan Shopee Barokah yang telah menyalurkan hewan qurbannya di pesantren kami. Ini menjadi keberkahan bagi kita semua, terutama keluarga besar pesantren yang memang rata-rata santrinya berasal dari keluarga tidak mampu dan juga masyarakat sekitar,” ungkapnya.


Ia menjelaskan, untuk proses pembagian daging kurban tersebut, pesantren telah membagikan kupon kepada masyarakat melalui RT setempat agar distribusi daging kurban berjalan tertib dan tepat sasaran. Setelah proses penyembelihan selesai, warga datang sesuai kupon untuk mengambil daging kurban.

 

Kontributor: Zahra