Kota Banjar, NU Online
Anak muda rentan menerima, terpengaruh serta menyebarkan kabar bohong (hoak). Karenanya, mereka harus dibekali dengan pemahaman yang mendalam terkait hal ini. Bahkan bila memungkinkan mengajak mereka menjadi kalangan pertama yang menolak sejumlah hoaks.
Hal itulah yang mengemuka pada kegiatan Talkshow Generasi Milenial Anti Hoax. Acara yang mengambil tema Bijak dalam Berinformasi, Bijak dalam Bermedsos diselenggarakan di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Banjar, Sabtu (17/3). Kegiatan juga sebagai rangkaian peringatan hari lahir Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) itu dihadiri puluhan pelajar yang berada di Kota Banjar, Jawa Barat.
Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kota Banjar, Aji Muhammad Iqbal saat dihubungi menyampaikan bahwa organisasi pelajar NU tersebut telah berdiri lebih dari setengah abad. Oleh karena itu sudah tidak terbantahkan lagi kontribusi terhadap NKRI. "Yang kita lakukan adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT serta bentuk terima kasih kepada para pendahulu, pendiri IPNU, pendiri NU dan pendiri Bangsa Indonesia," katanya.
Selanjutnya Aji mengatakan bahwa diadakannya acara tersebut karena kekhawatiran terhadap generasi muda yang sangat aktif bermedsos namun belum bisa menyaring informasi.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para pelajar supaya siap menjadi pelopor anti hoaks,” katanya. Saat ini sudah menjadi rahasia umum bahwa sosial media adalah salah satu alat di dunia maya untuk menyampaikan informasi ke masyarakat luas dan sudah menjadi wahana perang ideologi, kepentingan politik bahkan penyebaran berita hoak, lanjutnya.
"Tentunya ini harus ada sebuah pembekalan terhadap rekan-rekan IPNU supaya tidak terjebak dengan berita hoaks dan harus selalu waspada terhadap berita hoak," ujarnya.
Sedangkan Ketua PC IPPNU Kota Banjar, Iin Siti Nurjanah berharap bahwa dalam memperingati hari lahir IPPNU yang ke-63 dapat terus menumbuhkan semangat mencetak kader tangguh dan siap berkhidmat kepada agama, nusa dan bangsa. Karena peribahasa mengatakan bahwa di balik kesuksesan seorang pria ada perempuan hebat di belakangnya. "Ilmu kucari, amal kuberi untuk agama, bangsa dan negeri," tandasnya.
Acara berjalan hangat dan hidup ditambah dengan kehadiran perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), Polres, dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Banjar sebagai narasumber.
Selain itu kegiatan merupakan salah satu rangkaian dalam semarak peringatan hari lahir ke-92 NU dan peresmian gedung PCNU Kota Banjar yang puncaknya dilaksanakan 24 Maret yang dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. (Wahyu Akanam/Ibnu Nawawi)