Daerah

IPNU-IPPNU Manokwari Dorong Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

Senin, 26 Januari 2026 | 21:30 WIB

IPNU-IPPNU Manokwari Dorong Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

IPNU IPPNU Manokwari usai sosialisasi pendidikan kesehatan reproduksi di MTs Negeri Manokwari. (Foto: istimewa)

Manokwari, NU Online

 

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Manokwari, Papua Barat menggelar sosialisasi kesehatan reproduksi remaja dan pengelolaan diri (self-control). Hal itu dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan praktik perkawinan anak yang masih menjadi persoalan serius di kalangan pelajar.

 

Kegiatan bertema Back to School, Back to Control: Pelajar Cerdas Mengelola Diri Menuju Indonesia Emas 2045 ini berlangsung sejak 14 Januari 2026 hingga 24 Januari 2026.

 

Ketua PC IPNU Manokwari Muhammad Gibran Akbar menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut dirancang untuk membekali pelajar dengan pemahaman dasar mengenai kesehatan reproduksi serta keterampilan pengendalian diri.

 

Menurutnya, kedua aspek ini menjadi kunci untuk memutus mata rantai penyebab perkawinan anak yang kerap berawal dari kehamilan tidak diinginkan (KTD).

 

“Pemahaman yang baik, diharapkan pelajar dapat membuat keputusan yang bertanggung jawab untuk masa depan mereka, terhindar dari perilaku berisiko, dan fokus pada pencapaian cita-cita,” ujarnya kepada NU Online pada Ahad (25/1/2026).

 

Akbar menegaskan, materi yang disampaikan bukan sekadar edukasi formal, melainkan upaya membangun kesadaran kritis remaja terhadap tubuh dan masa depannya sendiri.

 

Ia menilai, minimnya pengetahuan reproduksi sering kali membuat pelajar berada pada posisi rentan terhadap keputusan yang berdampak panjang.

 

“Penjelasan tentang risiko nyata seperti KTD dan putus sekolah, kami sajikan bukan untuk menakuti, tetapi sebagai bentuk kejujuran agar mereka memiliki pertimbangan yang matang dalam mengambil keputusan,” ucapnya.

 

Sosialisasi ini dilaksanakan di sejumlah sekolah dan madrasah, yakni MIN 1 Manokwari, MIN 2 Manokwari, MI Miftahul Huda, MI Baitul Amin, MAN Manokwari, MTsN Manokwari, serta SMP Bastren Darussalam Aimasi.

 

Akbar mengungkapkan, antusiasme peserta dan pihak sekolah menjadi indikator bahwa isu kesehatan reproduksi remaja masih sangat relevan dan dibutuhkan di lingkungan pendidikan.

 

“Kami menggunakan metode ceramah interaktif, Focus Group Discussion (FGD), dan permainan, ini berhasil menciptakan suasana yang partisipatif. Peserta banyak yang bertanya, baik saat sesi berlangsung maupun secara privat setelah acara. Ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dan menyentuh hal-hal yang memang ingin mereka ketahui,” ucap Akbar.

 

Senada, Ketua PC IPPNU Manokwari Eka Kurnia menyatakan bahwa program serupa tidak akan berhenti pada kegiatan kali ini.

 

“Kami berencana untuk memperluas jangkauan program Back to School ini ke lebih banyak sekolah dan madrasah di Kabupaten Manokwari,” ucap Eka.

 

Eka berharap kegiatan ini tidak hanya berdampak pada penurunan angka perkawinan anak dan kehamilan tidak diinginkan di Manokwari, tetapi juga melahirkan generasi pelajar yang matang secara emosional serta memiliki tanggung jawab terhadap pilihan hidupnya.

 

“Kami berharap ilmu yang didapat tidak berhenti pada diri mereka sendiri, tetapi dapat dibagikan kepada teman sebaya. Efek pencegahannya akan lebih meluas, menciptakan lingkungan pertemanan yang saling mendukung untuk menjaga diri dari hal-hal yang dapat menjerumuskan,” tuturnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Papua Barat Sahara menyampaikan bahwa kegiatan ini turut melibatkan Penyuluh Keluarga Berencana dari Dinas Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Papua Barat sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.

 

Sahara juga menekankan pentingnya peran pelajar sebagai agen perubahan di lingkungannya masing-masing setelah memperoleh pengetahuan tersebut.

 

“Kegiatan ini dirancang sesuai dengan tren zaman, menarik, dan interaktif agar para pelajar lebih aktif, bersemangat, dan terdorong untuk bersaing dalam hal-hal positif serta pengembangan diri mereka. Sosialisasi ini mampu membawa dampak nyata dalam menekan angka kehamilan di luar nikah serta membentuk generasi muda yang lebih berdaya dan berprestasi,” pungkasnya.