Penyebab Ganglion dan Gejalanya, Kista di Area Persendian yang Banyak Dialami Wanita
NU Online · Ahad, 26 Mei 2024 | 20:02 WIB
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Tidak semua nyeri sendi diakibatkan oleh penyakit reumatik atau asam urat. Ada banyak penyakit lain yang dapat menyebabkan nyeri salah satunya kista. Kista ganglion merupakan benjolan yang berisi cairan yang biasanya terletak di area persendian atau di daerah yang menghubungkan antara jaringan otot dengan tulang, atau yang dikenal sebagai tendon.
Kista ini berisi cairan kental jernih yang mirip dengan jelly yang kaya protein. Ganglion merupakan tumor jaringan lunak yang paling sering di dapatkan di tangan.
Menurut Dokter Ita Fajria Tamim, kista ganglion ini umumnya muncul di pergelangan tangan atau kaki dan berbentuk bulat atau oval dengan ukuran tidak lebih dari 2,5 sentimeter.
Ganglion dapat ditemukan juga di kaki ukurannya bervariasi dapat bertambah besar atau mengecil sesuai dengan perkembangannya. Meskipun jinak dan umumnya tidak menimbulkan keluhan, kadang-kadang kista ini bisa menimbulkan nyeri terutama saat terjadi aktivitas berlebihan pada sendi terkait.
“Kista ganglion lebih sering dialami oleh wanita berusia antara 20 hingga 40 tahun,” terang Dokter Ita di Jombang, Ahad (26/5/2024).
Dokter Ita menjelaskan, penyebab utama munculnya kista ganglion adalah penumpukan cairan sendi pada persendian yang kemudian membentuk semacam kantong.
“Gejala umumnya muncul benjolan satu atau lebih pada persendian tangan atau kaki kita. Benjolan terasa lembut ketika disentuh atau ditekan. Muncul kesemutan atau mati rasa dan muncul nyeri pada persendian ketika terjadi aktivitas meningkat biasanya persendian membengkak,” ujarnya.
Meskipun bersifat jinak dan tidak memerlukan pengobatan khusus, Dokter Ita menyarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter jika muncul benjolan di mana saja pada tubuh, termasuk di luar persendian. Hal ini penting untuk memastikan bahwa benjolan tersebut aman dan tidak berbahaya.
“Kista ganglion tidak selalu membutuhkan tindakan medis, namun pemantauan oleh tenaga kesehatan profesional sangat dianjurkan untuk memastikan kondisi tetap terkendali dan untuk mendapatkan penanganan yang tepat jika diperlukan,” kata Dokter Ita memungkasi.
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
5
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
6
Rupiah Terus Melemah, Anggota DPR Minta Gubernur BI Mundur dari Jabatan
Terkini
Lihat Semua