Daerah

Islam Terus Diperbincangkan, Tapi Kehilangan Ruhnya

Selasa, 28 Agustus 2018 | 16:03 WIB

Bandung, NU Online
Budayawan Acep Iwan Saidi berpendapat saat ini kata Islam menjadi sesuatu yang hangat dan selalu menjadi pembicaraan oleh pihak mana pun di mana pun. Namun, ia menyayangkan di saat yang sama Islam kehilangan ruhnya, karena yang terus-menerus dilibatkan dalam pembicaran itu adalah Islam dan politk.

“Islam menjadi bagian noise, bagian dari perbincangan yang hiruk-pikuk, bukan voice,” katanya pada diskusi rutin  Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Barat di kediaman Enjang AS, Cibiru, Kota Bandung, Ahad (26/8).

Menurut ahli semiotika Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut, Nahdlatul Ulama menjadi bagian yang terlibat dalam perbincangan hiruk-pikuk Islam itu. 

Karena hanya sekadar hiruk-pikuk, ia mengusulkan agar Lakpesdam keluar dari wilayah itu menempuh jalan lain. Memang, jalan itu, tidak mungkin populer dan wacana yang digandrungi hari ini. 

“Kalau itu tidak dilakukan, kita menjadi terlibat di dalamnya,” katanya. (Abdullah Alawi)


Terkait