Daerah

Jamaah Haji Banda Aceh Siap Berangkat 5 Mei 2026, Ulama Tekankan Persiapan Spiritual

Senin, 4 Mei 2026 | 08:00 WIB

Jamaah Haji Banda Aceh Siap Berangkat 5 Mei 2026, Ulama Tekankan Persiapan Spiritual

Jamaah Haji Indonesia. (Foto: dok Kemenhaj Aceh)

Banda Aceh, NU Online

Rais Syuriah PCNU Kota Banda Aceh, Tgk. H. Sulaiman Qari atau yang akrab disapa Abu Muda Woyla, mengingatkan calon jamaah haji untuk meluruskan niat dan mempersiapkan diri secara spiritual menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.


“Haji adalah panggilan Allah. Maka yang harus dipersiapkan bukan hanya koper dan dokumen, tetapi juga hati yang bersih dan niat yang lurus,” ujarnya.


Menurutnya, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan ruhani yang sarat makna. Dalam proses tersebut, seorang hamba diuji tidak hanya dari segi kekuatan tubuh, tetapi juga keteguhan hati, kesabaran, dan keikhlasan.


Ia menegaskan, banyak jamaah yang secara lahiriah siap, namun belum tentu siap secara batin. Karena itu, persiapan spiritual harus menjadi prioritas utama.


“Di Tanah Suci, ujian itu nyata. Mulai dari kelelahan, perbedaan budaya, hingga kondisi yang tidak selalu sesuai harapan. Maka yang dibutuhkan adalah kesabaran dan kelapangan hati,” jelasnya.


Abu Muda Woyla juga mengajak jemaah untuk memperbanyak ibadah sebelum keberangkatan, seperti memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT.


Ia mengingatkan bahwa haji bukan ajang status sosial, melainkan ibadah yang menuntut totalitas penghambaan.


“Jangan jadikan haji sebagai kebanggaan duniawi. Jadikan ia sebagai momentum kembali kepada Allah dengan hati yang bersih,” tegasnya.


Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga akhlak selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, perilaku jamaah mencerminkan wajah Islam sekaligus identitas daerah asal.


“Kita membawa nama Aceh dan Indonesia. Tunjukkan akhlak yang baik, saling membantu, tidak mudah marah, dan menjaga lisan,” pesannya.


Ia juga mengingatkan pentingnya kebersamaan antarjemaah. Dalam kondisi yang penuh keterbatasan, solidaritas menjadi kunci untuk menjalani ibadah dengan baik.


“Kalau ada yang kesulitan, bantu. Kalau ada yang lemah, kuatkan. Di situlah nilai ukhuwah terasa,” tambahnya.


Di akhir pesannya, Abu Muda Woyla berharap seluruh jemaah diberikan kemudahan dalam setiap tahapan ibadah dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.


“Semoga Allah memudahkan langkah mereka, menyehatkan jasadnya, dan membersihkan hatinya,” pungkasnya.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banda Aceh, Muhammad Iqbal, memastikan seluruh persiapan teknis pemberangkatan jemaah haji telah rampung. Sebanyak 683 jemaah dijadwalkan berangkat pada 5 Mei 2026.


Ia menyebutkan, manasik haji telah selesai dilaksanakan dan saat ini memasuki tahap distribusi perlengkapan, termasuk koper dan kartu identitas jemaah.


“ID card sudah dibagikan dan memuat data penting, termasuk informasi kesehatan. Ini untuk memudahkan pelayanan di lapangan,” ujarnya.


Iqbal menambahkan, jemaah akan berkumpul di Balai Kota Banda Aceh sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji dan dilepas secara resmi oleh Wali Kota Banda Aceh.