Daerah

Jelang Pendidikan Kader, LDNU Jombang Minta Nasihat Kiai dan Ijazah Khusus

Jumat, 9 Maret 2018 | 13:15 WIB

Jombang, NU Online
Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PC LDNU) Jombang pada 7 hingga 9 April akan menggelar Pendidikan Kader Dakwah NU (PKDNU) di Pondok Pesantren Bumi Qur'an Kecamatan Wonosalam.

Meski waktu pelaksanaan dapat dikatakan masih cukup lama, namun segala upaya sudah dilakukan sejumlah pengurus. Upaya yang berkaitan dengan lahir merupakan persiapan berbagai teknis kegiatan yang telah dikonsep panitia penyelenggara. Sementara usaha batin, salah satunya adalah bersilaturrahim, meminta nasihat serta ijazah kepada para kiai untuk calon kader dakwah melalui kegiatan PKDNU tersebut.

"Salah satu ikhtiar batin yang dilakukan PC LDNU Jombang adalah silaturrahim kepada kiai sepuh untuk meminta nasihat, doa restu sekaligus ijazah khusus yang akan diberikan kepada peserta PKDNU," kata Ketua PC LDNU Jombang, Aang Fatihul Islam, Jumat (9/3).

Di antara kiai yang sudah dimintai ijazahnya adalah KH Muhammad Imam Tauhid, keponakan almaghfurlah KH Kholil Bangkalan yang sanad keilmuannya masih terhubung langsung dengan Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.

Aang, sapaan akrabnya mengungkapkan, oleh KH Muhammad Imam Tauhid diberikan tiga ijazah khusus yang nanti akan diberikan kepada para kader dakwah. Ijazah diberikan kepada mereka sebelum dilakukan pembaiatan. "Akan diberikan sebelum mereka dibaiat," jelas dia.

Pria yang juga dosen di STIKP Jombang ini menjelaskan, ijazah khusus bagi para pendakwah atau dai sangat diperlukan untuk memupuk kekuatan batinnya. Lantaran berbagai cobaan para dai tidak diketahui datangnya. Ia menyebutnya selama ini tidak sedikit pendakwah yang tausyiahnya tidak diindahkan masyarakat.

"Ijazah khusus ini diberikan dengan tujuan agar peserta yang akan menjadi kader dakwah dan akan digembleng dengan materi yang disajikan secara sistematis dan holistik mempunyai kekuatan batin," pungkas Aang. (Syamsul Arifin/Ibnu Nawawi)


Terkait