Sumenep, NU Online
Pimpinan Anak Cabang Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) dan Lesbumi atau Lembaga seniman budayawan muslimin Indonesia Pragaan Sumenep Jawa Timur menggelar kajian bulanan Qonun Asasi NU, Senin (6/3) malam.
Kali ini kajian yang menjadi dasar pemikiran sampai kepada surat al-Hasyr ayat 10. Kajian tekstual ayat tersebut dijelaskan sejumlah narasumber.
Kiai Jamali Salim menukil Tafsir al-Khatthan dan Al-Khazin yang memaparkan bahwa manusia diajak tidak dengki kepada kenikmatan orang lain, serta mengembalikan sesuatu kepada Allah SWT. Menurutnya, sifat orang baik selalu berusaha mencintai sahabat Nabi dan mencontoh perbuatan baik yang dilakukan.
"Ini ajakan untuk menyenangi sahabat Nabi, bukan malah mencacinya,” tandasnya. Mencintai sahabat didasarkan karena Nabi menyenangi mereka. Siapa yang menyakiti sahabat berarti menyakiti Nabi. Demikian pula siapa yang menyakiti Nabi berarti menyakiti Allah, lanjutnya.
Sementara peserta yang lain Kiai Bahruddin Ihsan menjelaskan inti ayat ini dalam kitab Tafsir al-Qurtubi sebagai mahabbatus shahabah. "Siapa yang membenci sahabat, maka tidak punya bagian harta fai',” katanya.
Menurut Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Pragaan tersebut, ayat ini sering dijadikan dalil sampainya pahala bacaan al-Qur'an, istighfar, tasbih, maupun tahlil kepada mereka yang telah meninggal.
“Berbeda dengan pandangan kelompok ekstrim di luar NU yang menganggap bahwa yang sudah meninggal tidak dapat menerima hadiah pahala dari yang hidup, karena mereka sudah mati dan amalnya telah putus,” jelasnya.
Dalamn pandangannya, ayat ini menjadi bukti, bahwa saudara seiman yang mendahului dan didoakan, maka pahalanya akan sampai. “Syaratnya diniatkan dan mohon disampaikan pada Allah," ungkapnya.
Menurutnya, NU hebat dan luar biasa. Warga yang diurus bukan hanya mereka yang hidup, matinyapun masih diurus dan dikirimi doa.
Dengar berkelakar, ia menirukan salah seoreang comedian bahwa NU lebih hebat dari Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB sekalipun. “PBB hanya mengurus perdamaian dunia, tapi NU malah ngurus perdamaian dunia dan akhirat,” tandasnya.
Ia juga mengemukakan tidak sembarangan Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari menggunakan ayat ini sebagai bagian dari Qonun Asasi.
"Beliau ingin warga NU senantiasa mengembangkan ikhwan atau persaudaraan islamiyah, wathaniyah dan insaniyah antar anak bangsa,” ungkapnya. Jangan sekalipun ada kedengkian di hati untuk mudah mencaci maki orang lain, apalagi kepada orang yang beriman, lanjutnya.
Kegiatan ditutup doa oleh KH Asnawi Sulaiman yang kemudian alunan shalawat Al-Banjari Lesbumi Pragaan mewarnai ramah tamah di penghujung kegiatan. (Red: Ibnu Nawawi)