Bondowoso, NU Online
Sejumlah upaya dilakukan Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama Bondowoso Jawa Timur demi meningkatkan kompetensi siswa. Khususnya dalam bidang studi matematika. Bahkan dalam waktu dekat akan digelar olimpiade matematika tinggat sekolah menengah yakni Madrasah Tsanawiyah atau Sekolah Menengah Pertama se-Kabupaten Bondowoso.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan Ketua PC LP Ma’arif NU Bondowoso Mohammad Marzuqi seusai rapat pengurus di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso, Jawa Timur Ahad (26/8).
“Tahun ini kami mempunyai program unggulan yang akan memberikan dampak sangat signifikan dan positif kepada lembaga pendidikan Ma'arif khususnya dan juga lembaga pendidikan di bawah naungan NU,” katanya. Yakni lembaga pendidikan formal yang ada pesantren maupun lembaga swasta khususnya dan juga negeri yang bisa ikut berpartisipasi, lanjutnya.
Sesuai rapat yang digelar, olimpiade matematika tersebut akan dimulai dalam waktu dekat. “Tepatnya 8 September,” ungkapnya. Olimpiade nantinya akan diikuti sejumlah lembaga pendidikan tingkat MTs/SMP se-Bondowoso.
Karena itu, dirinya mengajak kepada seluruh lembaga yang berada bawah naungan LP Ma'arif atau yang berafiliasi dan lembaga pesantren di Bondowoso untuk bisa ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Untuk bisa mengikuti lomba ini tidak ada persyaratan khusus. "Kami memang menggratiskan kepada seluruh peserta untuk mengikuti olimpiade, karena ini murni dilaksanakan oleh LP Ma'arif, berikut seluruh anggarannya,” jelasnya.
Dirinya berharap olimpiade dapat memberikan kesempatan kepada pada para peserta didik untuk dapat bersaing dengan yang lain. “Juga memberikan motivasi serta meningkatkan kemampuan bidang studi khususnya matematika untuk terus berprestasi,” urainya.
Bagi setiap lembaga pendidikan dapat mengirim dua delegasi. Namun untuk lembaga di bawah naungan LP Ma'arif NU bisa mendelegasikan lima hingga enam siswa. “Hal tersebut agar kian banyak yang berpartisipasi, serta sebagai ajang mencari pengalaman,” pungkasnya. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi)