Menjaga Akar, Menjemput Arah: Revolusi Pelajar NU Kalcer dari Bumi Projotamansari Bantul DIY
Kamis, 1 Januari 2026 | 06:00 WIB
Bantul, NU Online
Suasana SMA Negeri 1 Pundong tampak tak biasa dalam beberapa hari terakhir. Aktivitas diskusi yang intens, barisan langkah penuh disiplin, hingga simulasi kepemimpinan menjadi denyut baru yang menghidupkan lingkungan sekolah. Inilah potret kesungguhan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menggelar agenda strategis kaderisasi Latihan Instruktur dan Latihan Pelatih (Latin–Latpel) 1 serta Pendidikan dan Latihan Madya (Diklatmad).
Mengusung tema besar Menjaga Akar, Menjemput Arah: Transformasi Generasi Nahdliyin di Era Perubahan, gelaran ini menjadi respon konkret terhadap tantangan zaman. Saat sebagian pelajar larut dalam arus gaya hidup instan dan modern, pelajar NU Bantul justru memilih jalur "prihatin" dengan memperkuat kapasitas diri dan meningkatkan kesadaran organisasi.
Dimulai sejak Kamis (25/12/2025) untuk Diklatmad dan Jumat (26/12/2025) untuk Latin-Latpel, sebanyak 39 peserta pilihan digembleng secara intensif. Sebanyak 24 peserta dipersiapkan sebagai instruktur dan pelatih yang akan menjadi penggerak kaderisasi, sementara 15 peserta Diklatmad ditempa sebagai komandan CBP-KPP yang siap berdiri di garis depan pengabdian.
Ketua Pelaksana, Muhammad Ulil Absor, menyebut kegiatan ini sebagai kawah candradimuka yang membentuk karakter dan mental kader.
"Saya melihat bagaimana kolaborasi mengalahkan ego. Tekanan di sini justru melahirkan instruktur, pelatih, dan komandan baru yang jauh lebih tangguh. Gelar yang diraih nantinya bukan sekadar simbol, melainkan amanah untuk terus menyalakan api kaderisasi," tegas Ulil dengan optimis.
Salah satu yang menarik dari gelaran kali ini adalah upaya mendobrak eksklusivitas. Ketua PW IPNU DIY, Didi Manarul Hadi, menekankan bahwa IPNU-IPPNU harus bertransformasi menjadi wadah yang inklusif dan relevan dengan hobi anak muda zaman sekarang.
Baca Juga
17 Ambulans Gratis dari Koin NU Bantul
"Pelajar NU masa kini menentukan NU masa depan. Kita harus menjadi organisasi yang mengayomi, fokus pada capacity building, dan menjangkau semua kalangan," ujar Didi.
Bahkan, sebuah seloroh kuat muncul di lapangan: "Pemuda tidak kalcer jika tidak join IPNU-IPPNU”. Istilah kalcer (culture) di sini merujuk pada identitas anak muda yang bangga akan akar tradisinya namun tetap relevan dengan gaya hidup modern.
Senada dengan hal tersebut, Rekanita Nurul Faroh Almuna, Ketua PC IPPNU Bantul, mengaku terharu sekaligus bangga melihat militansi peserta.
Baca Juga
Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul
"Saya optimis kaderisasi di Bantul akan berkembang secara masif. Di tengah berkurangnya minat pelajar terhadap organisasi, momentum 4 hari ini membuktikan bahwa kita mampu melahirkan kader yang militan namun tetap moderat dalam menghadapi perubahan zaman," ungkap Faroh.
Melalui proses kaderisasi yang padat dan berjenjang ini, PC IPNU-IPPNU Bantul menegaskan lahirnya kader dengan karakter unggul, antara lain mereka yang mampu mengelola pelatihan Makesta dan Lakmud sesuai sistem kaderisasi, berjiwa pemimpin dengan disiplin tinggi, memiliki orientasi pengabdian terutama andil dalam kegiatan sosial kemanusiaan, serta sigap menjadi problem solver dalam membaca tantangan organisasi di tingkatan akar rumput..
Acara ditutup pada Ahad (28/12/2025) dengan prosesi pembaiatan yang khidmat. Para alumni Latin-Latpel 1 dan Diklatmad PC IPNU-IPPNU Bantul kini mengemban misi besar. Kembali ke wilayah masing-masing untuk memasifkan gerakan kaderisasi dan memastikan panji hijau NU tetap berkibar di hati para pelajar.
Kontributor: Yulia D. Kustari