Probolinggo, NU Online
Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa fakta hari ini begitu banyak orang yang kemudian menjadi ujub dan takabbur dikala dirinya merasa sukses dan eksis dalam perjalanan hidup. Namun sebaliknya tidak sedikit orang putus asa kemudian menjadi depresi akibat tidak mampu menyelesaikan problematika hidup.
Hal itu disampaikannya pada peresmian Masjid Hasan Saifourridzal di Pondok Pesantren Darut Tauhid Desa Tanjungsari Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo, Sabtu (10/2) malam.
Hasan menegaskan cara pandang takmir masjid haruslah selalu ingin memakmurkan masjid. Libatkan generasi muda dalam ketakmiran jangan hanya orang tua. Kirim mereka untuk studi banding di masjid-masjid yang sudah memiliki konsep ini agar nantinya sedikit banyak juga akan mereplikasi programnya.
"Tugas takmir memang berat. Tidak ada gaji karena memang bukan sumber nafkah. Namun berbanggalah menjadi pengurus takmir meski hanya tukang bersih masjid, karena tugas ini adalah ladang jariyah untuk bekal kelak,” terangnya.
Menurut Hasan, seiring pergeseran zaman dengan segala perkembangan ilmu dan teknologi saat ini tidak berbanding lurus dengan perkembangan akhlak generasi muda. Perkembangan zaman pun diwarnai dengan ragam problematika hidup yang semakin kompleks.
“Hadirkan Allah di setiap urusan kita, baik ringan maupun berat. Manakala kita merasa tidak mampu dengan problem kita, iktikaflah di masjid dan menangislah di sana, karena masjid adalah rumah Allah,” katanya.
Peresmian Masjid Hasan Saifourridzal ini dihadiri Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua PCNU Kota Kraksaan KH Nasrullah Ahmad Suja’i serta Camat Krejengan Rahcmad Hidayanto. (Syamsul Akbar/Ibnu Nawawi)