Jember, NU Online
Rahmat Allah yang paling agung bagi bangsa Indonesia adalah kedamaian. Kendati negeri ini dihuni pemeluk agama beragam, ratusan suku dan ribuan pulau, namun kerukunan dan kedamaian hidup antar warga tetap terjaga.
Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jember, Moch Eksan saat memberikan sambutan pada pertemuan dengan ratusan warga Muslimat NU di Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Jember, Jawa Timur, Selasa (27/2).
Menurutnya, salah satu faktor penting terciptanya kedamaian itu adalah karena Indonesia dihuni oleh masyoritas Muslim. "Islam adalah agama damai, bukan agama perang," katanya.
Dikatakannya, kedamaian sesunguhnya adalah intisari dari ajaran Islam. Jika di negara Islam kadang terjadi kekerasaan atau bahkan saling bunuh, atau ada orang Islam gemar berbuat onar, itu bukan karena faktor agama melainkan karena manusianya.
"Bisa jadi mereka keliru menafsirkan ayat-ayat tertentu," jelasnya.
Oleh sebab itu, Eksan mengaku bersyukur lantaran di Indonesia ada NU dan Muhammadiah. NU, katanya, sejak berdiri sangat getol mengampanyekan Islam rahmatal lil'alamin dengan menjunjung tinggi nilai-nilai wasathiyah (moderat) dan toleransi.
Harus diakui bahwa terciptanya kedamaian di Indonesia tidak lepas dari keberadaan NU yang senantiasa menyuarakan toleransi dan moderasi. "Sekali lagi kita bersyukur Indonesia aman, dan NU akan terus mengawal situasi kondusif ini," tukasnya.
Politisi Partai NasDem itu mengaku ngeri bila membayangkan kehidupan di sejumlah negara Timur Tengah yang terkoyak perang saudara padahal mayoritas Muslim.
Mengapa itu sampai terjadi? "Banyak faktor. Bisa karena dipicu faktor kesukuan, ambisi politik dan sebagainya," terangnya.
Pada kesempatan itu, Moch Eksan membagikan kain seragam kepada Muslimat NU di kawasan tersebut. (Aryudi AR/Ibnu Nawawi)