Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung H. Taufiqurrahim menegaskan bahwa di era modern saat ini sangat penting mencetak kader-kader militan yang mampu mengemban amanat meneruskan eksistensi Jam'iyah Nahdlatul Ulama.
Oleh karenanya saat ini seluruh pengurus di semua tingkatan dari pusat sampai bawah terus menggalakkan pendidikan kader sehingga NU dapat memiliki SDM yang siap sedia berkhidmah dengan ikhlas.
Hal ini dikatakannya saat rapat persiapan kegiatan Pendidikan Kader Penggerak NU yang akan dilaksanakan oleh PCNU setempat pada 20 April 2018 mendatang.
"Saat ini gampang mencari SDM NU yang kualifikasi pendidikannya tinggi mulai dari sarjana sampai dengan profesor. Tapi cukup sulit mencari kader yang militan yang siap berjuang ikhlas lillahita'ala," katanya pada rapat yang dilaksanakan di Rumah Makan Abah Anwar Pringsewu, Rabu (15/3) malam.
Jika tekad untuk menumbuhkan militansi dari warga dan pengurus NU terus digelorakan, maka ia optimis eksistensi NU akan terjamin di masa mendatang.
Militansi menurutnya dapat ditumbuhkan dengan kesadaran bahwa saat ini NU berada dalam situasi di mana banyak kelompok-kelompok radikal, transnasional garis keras yang bisa mempengaruhi pola fikir masyarakat.
Jika kesadaran ini dimiliki oleh seluruh pengurus dan warga NU, maka kesemangatan dan militansi untuk mempertahankan Jam'iyah NU akan semakin tinggi. Kesadaran inilah yang nantinya akan ditanamkan saat mengikuti pendidikan kaderisasi.
Hal senada diungkapkan Katib Syuriyah PCNU Pringsewu pada kesempatan yang sama, bahwa setiap pengurus dan warga NU harus memiliki militansi yang tinggi.
"Militansi itu mirip dengan cinta. Kalau kita mencintai sesuatu pasti kita akan selalu ingin dekat dan berjuang untuk merawat dan membelanya. Militansi dan cinta akan menumbuhkan sikap tanpa pamrih untuk membela yang dicintai. Militansi dan cinta akan memunculkan prinsip tak ada kata lelah untuk berjuang," tegas Gus Nawir sapaan akrabnya.
Inilah yang ingin ditanamkan PCNU Pringsewu kepada pengurus dan warga NU melalui langkah sistematis dan berkesinambungan berupa pendidikan kader.
Pendidikan kader yang akan dilaksanakan di komplek Gedung NU Pringsewu ini akan diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari 4 Kabupaten yaitu Pringsewu, Tanggamus, Pesawaran dan Lampung Selatan. (Muhammad Faizin)