Daerah

RSI Pati Belajar Tata Kelola dan Kinerja Keuangan ke RSINU Demak Jateng

Ahad, 7 Juni 2026 | 08:30 WIB

RSI Pati Belajar Tata Kelola dan Kinerja Keuangan ke RSINU Demak Jateng

Sharing session dalam rangkaian kunjungan RSI Pati ke RSINU Demak, Jawa Tengah, Selasa (2/6/2026) (Foto: RSINU Demak)

Demak, NU Online

Rumah Sakit Islam (RSI) Pati melakukan kunjungan ke RSINU Demak dalam rangka sharing session dan in-house training bertema Peningkatan Peran Human Capital Management (HCM), Farmasi, Casemix, dan Keuangan dalam Meningkatkan Financial Performance Rumah Sakit. Kegiatan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman antar rumah sakit di bawah naungan Asosiasi Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (ARSINU) guna memperkuat tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan.


Direktur RSI NU Demak, dr. H. Abdul Aziz, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarrumah sakit menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan bersama.


“Knowledge is power. Namun ilmu akan menjadi kekuatan apabila diamalkan dan diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari,” ujarnya dalam kegiatan yang berlangsung Selasa (2/6/2026).


Direktur RSI Pati, H. Bunari, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk ngangsu kaweruh atau menimba pengalaman terkait pengelolaan rumah sakit yang telah diterapkan di RSINU Demak. Berbagai praktik manajemen yang dinilai berhasil diharapkan dapat diadaptasi dan diterapkan di RSI Pati.


Ketua Pengurus Yayasan Hasyim Asy’ari Demak, KH. Muhammad Aminuddin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut lebih tepat disebut sebagai forum bertukar pengalaman.


Ia menjelaskan bahwa RSINU Demak lahir dari semangat gotong royong dan dukungan masyarakat, khususnya warga Nahdliyin. Rumah sakit tersebut berawal dari pembangunan Rumah Bersalin/Balai Pengobatan NU Demak pada 1987, diresmikan pada 1991, dan berkembang menjadi RSI NU Demak pada 2001 di bawah pengelolaan Yayasan Hasyim Asy’ari Demak.


"Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap RSINU Demak ditopang oleh jaringan ambulans NU yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Demak serta berbagai layanan unggulan, termasuk operasi mata dengan teknik phacoemulsification dan layanan dokter spesialis obstetri dan ginekologi perempuan." ujarnya.


Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Yayasan Hasyim Asy’ari Demak, Drs. KH. Sa’dullah Fattah, M.Ag., menegaskan pentingnya pengelolaan keuntungan secara produktif untuk mendukung pengembangan rumah sakit.

 

“Keuntungan tidak hanya disimpan, tetapi harus direinvestasikan untuk melengkapi kebutuhan alat kesehatan dan pengembangan layanan. Di tengah dinamika klaim BPJS Kesehatan saat ini, efisiensi menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan,” jelasnya.

 

Pentingnya Kolaborasi
Dalam sesi pemaparan, dr. Abdul Aziz menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh individu yang unggul, melainkan oleh kekuatan tim dan sistem yang terbangun.


“Yang dibutuhkan bukan hanya superman, tetapi super team yang kemudian berkembang menjadi super system. Semua elemen organisasi harus bergerak dalam satu alignment (keselarasan) yang sama,” ungkapnya.


Ia juga memaparkan penerapan Balanced Scorecard (BSC) sebagai kerangka pengelolaan rumah sakit yang mencakup aspek pengembangan SDM, proses bisnis internal, kepuasan pelanggan, dan kinerja keuangan.

 

Dalam pengelolaan SDM, RSINU Demak menerapkan konsep Human Capital Management yang memandang karyawan sebagai aset strategis yang perlu terus dikembangkan.

 

Selain itu, nilai-nilai Islami menjadi landasan dalam pelayanan rumah sakit melalui prinsip “Aamilin naasa kama tuhibbu an yu’amiluka” atau konsep BPIS (Bila Pasien Itu Saya), yakni memperlakukan pasien sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan.


Ketua ARSINU, dr. H. Muhammad Zulfikar As’ad, atau Gus Ufik, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi positif antarrumah sakit anggota ARSINU.

 

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud sinergi antarrumah sakit di lingkungan ARSINU yang saat ini beranggotakan 40 rumah sakit untuk saling berbagi pengalaman, meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat tata kelola organisasi dan klinis (good corporate governance dan good clinical governance), serta mendorong kinerja dan keberlanjutan rumah sakit.


“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga dapat memberikan manfaat bagi pengembangan RSINU Demak, RSI Pati, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya dikonfirmasi Sabtu (7/6/2026).