Dalam rangka kemaslahatan hidup di dunia, manusia selalu bergerak dengan dinamis mencari dan menggapai berbagai hal yang dapat mendukung eksistensinya didunia.
Dari berbagai macam hal yang dicari tersebut, ada tiga hal pokok yang dicari oleh manusia. Jika ketiga hal ini mampu diraih oleh seseorang maka kebahagiaan dan ketentraman hidup akan senantiasa menghiasi kehidupannya.
Ketigal hal tersebut adalah keselamatan hidup dunia dan akhirat, banyak teman, saudara dan orang yang mencitainya serta dimudahkan rezekinya oleh Allah SWT.
Ketiga hal tersebut diterangkan oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH Anwar Zuhdi saat mengkaji Kitab Tasawuf Bidayatul Hidayah karya Imam Ghazali pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (11/3) pagi.
"Apapun yang dilakukan manusia itu sudah pasti berharap keselamatan hidup di dunia dan akhirat melalui beribadah kepada Allah SWT karena memang tugas kita menjadi khalifah didunia ini hanya untuk menyembah sang khaliq yaitu Allah SWT," kata kiai yang akrab disapa Abah Anwar ini.
Sehingga untuk menggapai keselamatan dunia akhirat ini lanjutnya, manusia harus memiliki hati dan niatan yang bersih saat beribadah. Jangan sampai menurutnya ada unsur niatan lain yang dapat mengotori kesucian ibadah seperti riya' atau pamer.
"Pamer atau riya' adalah syirik kecil seperti bisa ular yang mampu mematikan dan menghancurkan secara perlahan amal ibadah kita. Karena termasuk syirik, maka kita harus terus memperbaharui syahadat kita. Sebab itu dalam shalat kita diwajibkan untuk membaca syahadat yang salah satu tujuannya adalah membersihkan diri kita dari syirik ini," terangnya.
Peningkatan kualitas ibadah seperti ini terangnya, sangat penting karena akan berpengaruh pada kualitas kehidupan didunia.
"Resapi dan rasakan bacaan-bacaan dalam shalat dan do'a kita. Kalau tidak, maka shalat akan tinggal shalat saja. Tidak akan berpengaruh dan terlihat dalam aktifitas sehari-hari. Tidak akan mampu tanha anil fakhsya wal munkar (mencegah yang keji dan yang munkar)," tegasnya.
Abah Anwar mengatakan, jika ditemui ada orang yang senang beribadah dan rajin shalat namun tetap menerjang larangan yang ditetapkan oleh Allah, maka bisa jadi ibadah dan shalat yang dilakukannya tidak didasari dengan sucinya niat.
"Jika ada orang yang rajin shalat tapi tidak mampu menjaga hubungan baik dengan sesama, maka dipastikan shalatnya tidak diikuti dengan niat yang baik. Bisa jadi ia beribadah karena pamer ingin dilihat orang dan ada kesombongan dalam hatinya," ungkapnya. (Muhammad Faizin)