Daerah

Terpilih Aklamasi, Abid Rohmanu Pimpin ISNU Ponorogo

Senin, 20 Agustus 2018 | 01:30 WIB

Ponorogo, NU Online

Abid Rohmanu, terpilih  sebagai Ketua Pimpinan Cabang  Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaaten Ponorogo, Jawa Timur masa khidmat 2018 hingga 2022.


Abid terpilih secara aklamasi dalam  Konferensi Cabang atau Konfercab ISNU Kota Warok yang digelar di aula pascasarjana IAIN Ponorogo, Ahad (19/8). 


Pemilihan pengurus  diawalai dengan seminar Penguatan Literasi Sarjana NU dan bedah buku: Dari Membela Tuhan ke Membela Manusia: Kritik atas Nalar Agamaisasi Kekerasan karya Aksin Wijaya. 


Narasumber seminar dan bedah buku ini adalah HM Mas'ud Said, keynote speaker sekaligus Ketua PW ISNU Jawa Timur, Aksin Wijaya selaku penulis buku,  dan H Sutejo yang keduanya adalah penggerak literasi nasional. Seminar dimoderatori Isnatin Ulfah.  


Mas'ud menegaskan bahwa ISNU adalah literasi itu sendiri. Hal tersebut tidak terlepas dari ISNU sebagai wadah para sarjana. Menurutnya, tidak boleh ada sarjana NU yang tidak membaca. 


"Sarjana NU harus memiliki keinginan kuat untuk maju dan memajukan ISNU bersama-sama dengan gerakan literasi di semua bidang," tegasnya.  


ISNU memiliki potensi yang kuat di berbagai bidang. Potensi ini bisa terwujud kalau semuanya bersatu dan betul-betul dikuatkan dengan program. "Visinya harus menjadikan ISNU sebagai organisasi yang kuat, untuk mendukung NU bermartabat menuju Jatim yang sejahtera," katanya disambut aplaus peserta.


Sementara itu, Aksin menyampaikan beberapa poin penting dari isi buku. Menurutnya, fenomena agamaisasi kekerasan adalah contoh konkrit belum literatnya sebagian umat Islam terbadap ajaran Islam. Karena subtansi Islam adalah ketenangan dan kedamaian itu sendiri. 


Selanjutnya Sutejo mengomentari makna penting karya Aksin dari sudut literasi keagamaan. Lebih lanjut, ia mengenalkan enam bentuk literasi yang harus menjadi konsen ISNU,  yakni: literasi baca-tulis,  literasi numerasi,  literasi sains, literasi finansial, literasi digital, serta literasi budaya dan kewargaan. Enam model literasi ini sekaligus menjadi subtansi gerakan literasi nasional.


Abid Rohmanu, Ketua PC ISNU Ponorogo mengatakan kegiatan ini sangat strategis dari sudut penguatan literasi dan revitalisasi organisasi. 


“PC ISNU Ponorogo selama ini memang konsen pada kegiatan literasi,  terbukti dari dua buku yang telah diterbitkan dan framing Islam moderat lewat artikel-artikel populer yang diterbitkan dalam berbagai media cetak dan elektronik,’’ katanya.


Pada aspek revitalisasi organisasi, Konfercab ini mempunyai makna penting untuk lebih banyak lagi menghimpun semua elemen kesarjanaan di lingkungan NU. Hal ini untuk memperbaiki dan memaksimalkan kiprah ISNU ke depan.


Sementara itu, Ketua Panitia Ahmad Syafi'i merasa bersyukur atas terlaksananya Konfercab dengan dukungan penuh dari semua pihak, utamanya Rektor IAIN Ponoroga, S Maryam Yusuf, sekaligus Dewan Penasehat PC ISNU Ponorogo. 


Menurutnya terlibat antusiasme para peserta delegasi MWC NU se-Kabupaten Ponorogo. Harapannya ISNU bisa menjadi organisasi yang prospektif bagi upaya-upaya pemberdayaan SDM di internal sarjana NU.


"Lebih dari itu ISNU diharapkan kedepannya bisa menjadi partner kerja yang sinergis dengan para pengambil kebijakan di semua level," tandasnya. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)



Terkait