Daerah

Turut Berkhidmah di Muktamar, Banser Supangat Wafat; Ketum Ansor Janji Tanggung Pendidikan Anaknya hingga Perguruan Tinggi

Rabu, 2 September 2026 | 08:45 WIB

Turut Berkhidmah di Muktamar, Banser Supangat Wafat; Ketum Ansor Janji Tanggung Pendidikan Anaknya hingga Perguruan Tinggi

GP Ansor bersilaturahim ke rumah duka almarhum Supangat (Foto: Ansor Wonosalam)

Jombang, NU Online

Suasana duka menyelimuti rumah Almarhum Supangat, provost Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wonosalam, Jombang, Jawa Timur. Supangat, kader terbaik Jombang gugur pada Senin (31/8/2026). Supangat lahir jombang 10 Februari 1975, meninggal dunia pada usia 51 tahun.

 

Ketua PAC GP Ansor Wonosalam Wawan,​​​​​​ mengatakan Supangat sebelumnya turut bertugas di Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang.

 

Almarhum Supangat turut serta melakukan tugas mulia sejak Apel Siaga Banser sebelum pembukaan hingga Muktamar Ke-35 NU berlangsung. Menurut Wawan, setelah merampungkan menjaga para kiai, ulama, dan muktamirin, alamarhum Supangat kembali ke kediamannya pada Ahad (30/8/2026) sore.

 

“Sebenarnya beliau saat itu menginginkan menginap sampai hari penutupan Muktamar. Tapi sama (oleh) sahabat yang lain diajak pulang saja karena sudah pergantian sift,” jelas Wawan saat dihubungi NU Online, Selasa (1/9/2026).

 

Almarhumah Supangat tiba di kediamannya saat maghrib. Ia juga masih meluangkan waktu untuk mengintruksikan ke anggota Banser setempat untuk berangkat tugas penutupan Muktamar pukul 5 pagi.

 

Namun, takdir berkata lain. Pada Senin (31.8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, kabar duka yang mengejutkan menghentak seluruh kader Ansor dan Banser di wilayah Jombang. Supangat dinyatakan telah meninggal dunia dalam tidurnya.

 

“Takdir yang tidak kita ketahui, saat almarhum tidur, beliau meninggal dan diketahui oleh anaknya sekitar jam 2 dini hari,” imbuhnya.

 

Almarhum Supangat dikenal sebagai sosok kader yang memiliki loyalitas tinggi, humoris, dan mudah berkomunikasi. Bahkan pada saat merampungkan tugas terakhirnya, ia berkeliling ke pos-pos jaga Muktamar Ke-35 NU untuk berpamitan pulang ke Wonosalam.

 

“Ternyata beliau juga berpamitan untuk meninggalkan kami semua,” ungkap Wawan menahan haru.

 

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GP Ansor, H Addin Jauharudin, menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas nama pribadi, jajaran pengurus pusat, dan seluruh kader Ansor-Banser se-Indonesia.

 

“Kami berikan santunan berupa bantuan uang tunai, paket sembako atas jasa dan dedikasi almarhum, serta komitmen jaminan komitmen beliau yang sangat menyentuh hati pihak keluarga,” kata Gus Addin saat bertakziyah ke rumah almarhum.

 

Gus Addin menegaskan bahwa akan menanggung seluruh biaya pendidikan anak kedua almarhum yang ditinggalkan, mulai dari tingkat SMP hingga menyelesaikan jenjang Perguruan Tinggi.

 

“Langkah ini diambil agar putra-putri kader yang telah gugur dalam pengabdian organisasi tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak demi meraih cita-citanya,” jelasnya.

 

Kunjungan takziah itu diakhiri dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Umum GP Ansor bersama jajaran PC, PAC, dan Satkornas Banser.