Internasional

Arab Saudi Klaim Kesuksesan Penyelenggaraan Haji 2026, Diikuti Lebih dari 1,7 Juta Jamaah

Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:00 WIB

Arab Saudi Klaim Kesuksesan Penyelenggaraan Haji 2026, Diikuti Lebih dari 1,7 Juta Jamaah

Ilustrasi: jamaah haji 2025. (Foto: dok MCH 2025)

Makkah, NU Online

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan berakhirnya musim haji 1447 H/2026 dengan sukses. Kerajaan menyatakan sistem keamanan, layanan, dan pengelolaan yang terintegrasi memungkinkan para jamaah menunaikan rangkaian ibadah haji dengan aman, nyaman, dan lancar.


Pengumuman tersebut disampaikan Wakil Gubernur Wilayah Makkah sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap Haji dan Umrah, Saud bin Mishal bin Abdulaziz, dalam pidato yang disiarkan televisi menjelang berakhirnya musim haji tahun ini, dirilis Anadolu.


Pangeran Saud mengatakan musim haji 1447 H menunjukkan keberhasilan sistem terpadu yang mencakup aspek keamanan, organisasi, dan pelayanan sehingga para jamaah dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan penuh ketenangan.


Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji bukanlah akhir dari pekerjaan, melainkan awal dari tanggung jawab baru. Arab Saudi, kata dia, akan terus memperbarui komitmennya setiap tahun dalam melayani umat Islam dan para tamu Allah dari seluruh dunia.


Sebelumnya, pada Selasa, General Authority for Statistics mengumumkan jumlah jamaah haji tahun ini mencapai 1.707.301 orang.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.546.655 jamaah berasal dari luar Arab Saudi yang mewakili 165 negara. Sementara itu, 160.646 jamaah lainnya merupakan warga dan penduduk yang menunaikan haji dari dalam negeri.


Jumlah jamaah tahun ini lebih tinggi dibanding musim haji 2025 yang mencatat 1.673.230 jamaah. Namun angka tersebut masih berada di bawah musim haji 2024 yang diikuti lebih dari 1,83 juta jamaah.


Rangkaian ibadah haji dimulai pada Senin dengan keberangkatan jamaah menuju Mina di sebelah barat Arab Saudi. Pemerintah Saudi menyiapkan berbagai layanan dan pengamanan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah.


Musim haji yang berlangsung selama enam hari mencakup puncak wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, pelaksanaan lontar jumrah, hingga tawaf wada di Masjidil Haram.


Penyelenggaraan haji 1447 H berlangsung di tengah upaya berkelanjutan Arab Saudi meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan sistem transportasi, serta peningkatan kapasitas layanan kesehatan dan keamanan.


Dalam beberapa tahun terakhir, Kerajaan juga terus mengembangkan infrastruktur kawasan suci sebagai bagian dari program transformasi nasional Vision 2030 yang menargetkan peningkatan kualitas pelayanan bagi jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia.


Bagi Indonesia, yang merupakan negara pengirim jamaah haji terbesar di dunia, musim haji tahun ini juga menjadi momentum penting setelah peningkatan layanan akomodasi, transportasi, dan kesehatan yang terus diperkuat oleh pemerintah Arab Saudi dan pemerintah Indonesia selama operasional haji berlangsung.