Internasional

Bom Bunuh Diri Meledak di Masjid Kohat Pakistan, 21 Tewas saat Shalat Jumat

Jumat, 18 September 2026 | 20:00 WIB

Bom Bunuh Diri Meledak di Masjid Kohat Pakistan, 21 Tewas saat Shalat Jumat

Potret bangunan masjid yang rusak berat akibat bom di Pakistan. (Foto:

Jakarta, NU Online

Sebuah bom bunuh diri meledak di kompleks kepolisian dekat masjid di Distrik Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan barat laut, pada Jumat (18/9/2026). 


Insiden tersebut terjadi tepat saat warga tengah menunaikan shalat Jumat. Sedikitnya 21 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.


Kepala Dinas Kesehatan Distrik, Nasir Hassan Afridi, membenarkan jumlah korban jiwa. Ia menambahkan bahwa lebih dari 80 orang terluka dan tiga orang dalam kondisi kritis.


Melansir Dawn, masjid yang menjadi lokasi kejadian berada di dalam kompleks Kohat Police Lines. Inspektur Jenderal Polisi Khyber Pakhtunkhwa, Zulfiqar Hameed, menjelaskan bahwa awalnya seorang pelaku bom bunuh diri yang menggunakan kendaraan awalnya menyerang gerbang gedung. Sebagian pelaku kemudian menuju gedung Departemen Kontra-terorisme (CTD), sementara sekitar tiga pelaku lainnya bergerak ke gedung Special Branch. 


Menurut laporan awal yang diterimanya, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan diri di area dekat bangunan Special Branch yang terletak di dalam kompleks.


Selanjutnya, baku tembak dilaporkan masih berlangsung dengan kelompok yang oleh otoritas Pakistan disebut sebagai "Fitna al Khawarij", sebuah istilah yang digunakan negara untuk merujuk pada kelompok militan yang berafiliasi dengan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP).


"Operasi akan terus berlanjut hingga pemberantasan tuntas Fitna-ul-Khawarij," ujar Hameed, dikutip NU Online Jumat (18/9/2026).


​Hameed membeberkan bahwa usai ledakan terjadi, aparat keamanan langsung melancarkan operasi pembersihan (clearance operation) di sekitar lokasi. Dalam perkembangan operasi lanjutan tersebut, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa sebanyak enam orang teroris berhasil ditembak mati. 


“Sejauh ini, enam teroris, termasuk seorang pelaku bom bunuh diri, telah tewas,” bunyi pernyataan tersebut.


Sekitar pukul 15.30 waktu setempat, polisi mengatakan operasi pembersihan berada di tahap akhir. Pernyataan tersebut juga merinci bahwa tujuh teroris telah mencoba menyusup ke Markas Polisi setelah ledakan tersebut.


Melansir akun X Pres of Pakistan, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengecam serangan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemberantasan tuntas kelompok teroris yang didanai pihak asing merupakan hal yang esensial bagi keamanan nasional. Tak lupa, ia turut mendoakan kesembuhan bagi para korban luka.


Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif meminta laporan lengkap dari otoritas terkait mengenai insiden tersebut. Ia juga menginstruksikan percepatan operasi bantuan bagi para korban, sebagaimana dilaporkan Radio Pakistan.


The National melaporkan bahwa belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab secara langsung. Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) dan kelompok militan utama di kawasan tersebut mengeluarkan pernyataan yang menyangkal serangan hari Jumat tersebut.


Dilaporkan juga bahwa dalam beberapa bulan terakhir, aksi militansi di daerah perbatasan Pakistan meningkat tajam, dengan militer dan polisi sebagai target utama. Islamabad mengatakan para militan menggunakan tempat perlindungan di Afghanistan untuk berlatih dan merencanakan serangan di Pakistan. Sementara Pemerintah Taliban Afghanistan membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa aksi militansi adalah masalah bagi Pakistan.


Melansir The Week, ledakan bom bunuh diri tersebut menciptakan kawah di luar masjid dan menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan, termasuk robohnya salah satu dinding. Media setempat turut melaporkan bahwa sempat terdengar suara tembakan di luar masjid. 


Hingga berita ini diterbitkan, operasi pencarian korban dan penyelidikan lebih lanjut masih terus berlangsung di lokasi kejadian. Otoritas setempat memperingatkan bahwa jumlah korban tewas berpotensi terus bertambah.