Langkah Pakistan Bantu Gencatan Senjata Amerika Serikat-Iran
NU Online Ā· Rabu, 8 April 2026 | 20:00 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Adalah Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir sosok di balik gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran. Presiden Amerika Serikat Donald J Trump menunjuknya dalam perundingan itu. Ia menyebut Munir sebagai sosok yang mengetahui lebih mengenai Iran.
Dalam laporannya, BBCĀ menulis bahwa Jenderal Munir sebetulnya bahkan mengkritik secara terang-terangan mengenai serangan ke Arab Saudi. "Merusak upaya tulus untuk memecahkan konflik melalui cara-cara damai," katanya pada Selasa (7/4/2026).
Sejumlah analis, tulis BBC, menyatakan bahwa kritik tersebut menambah tekanan terhadap Iran.
Lewat tengah malam, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa upaya diplomatik dalam menyelesaikan perdamaian di Timur Tengah itu berjalan dengan membawa potensi hasil yang substantif dalam waktu dekat.
"Agar diplomasi berjalan sesuai jalurnya, saya sungguh-sungguh meminta Presiden Trump untuk memperpanjang batas akhir hingga dua pekan," katanya.
Di sisi lain, Pakistan juga meminta kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz selama periode yang sama, yakni dua pekan, sebagai isyarat niat baik.
"Kami juga mendesak semua pihak yang sedang berkonflik untuk mematuhi gencatan senjata di mana-mana selama dua minggu agar diplomasi dapat mencapai pengentian definitif dari perang, demi kepentingan perdamaian dan stabilitas jangka panjang di wilayah tersebut," tulis Sharif.
Berkat ikhtiar Pakistan, Amerika Serikat dan Iran mencapai titik kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan untuk berunding lebih lanjut dalam rangka menuju perdamaian permanen.
"Saya sepakat untuk menahan pengemboman dan penyerangan ke Iran untuk periode dua pekan. Ini akan menjadi gencatan senjata dua pihak," kata Trump.
Merespons kesepakatan itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghci menyampaikan terima kasih kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Jenderal Munir atas upayanya dalam menyelesaikan perang tersebut.
"Saya dengan ini menyatakan sebagai bagian dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran: Jika serangan-serangan terhadap Iran dihentikan, pasukan bersenjata penuh kekuatan kami akan menghentikan operasi pertahanan mereka," katanya melalui X.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa gencatan senjata dengan penerimaan atas prinsip-prinsip yang diinginkan Iran merupakan hasil dari darah syahid pemimpin Iran Ayatullah Khamenei dan kehadiran seluruh rakyat Iran.
"Mulai hari ini, kita juga akan tetap bersama, baik di medan diplomasi, di medan pertahanan, di jalanan, maupun dalam arena pelayanan kepada masyarakat," tulisnya melalui X.
Ia juga baru saja berbincang langsung dengan PM Pakistan Shehbaz Sharif. Melalui twitnya, Sharif mengungkapkan bahwa perbincangan pada siang itu berlangsung hangat.
"Saya menyampaikan penghargaan mendlaam atas kebijaksanaan dan ketajaman kepemimpinan Iran dalam menerima tawaran Pakistan untuk menjadi tuan rumah pembicaraan pedamaian di Islamabad akhir pekan ini, guna bekerja sama menuju kembalinya perdamaian ke wilayah tersebut," tulisnya.
Sebagaimana diketahui, negara-negara tersebut akan berunding secara lebih lanjut pada Jumat, 10 April 2026 mendatang di Islamabad, Pakistan.
Terpopuler
1
Tolak MBG, Siswa SMK NU di Kudus Surati Presiden Prabowo Minta Anggaran Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru
2
Pleno PP Fatayat NU Tetapkan Dewi Winarti sebagai Plt Ketua Umum
3
Orang NU Gila Itu Dokter Fahmi D. Saifuddin
4
Muktamar NU 2026: Antara Idealisme dan Pragmatisme PolitikĀ
5
Iran Izinkan 15 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana dengan Kapal Pertamina?
6
Kepala Intelijen Pasukan Garda Revolusi Iran Majid Khademi Gugur
Terkini
Lihat Semua