Dua Mahasiswi Indonesia Ukir Prestasi di Al-Azhar, PCINU Mesir Bangga
Rabu, 4 Februari 2026 | 16:45 WIB
Yelly Putriani bertemu Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayib di kantornya. (Foto: instagram Al-Azhar)
Jakarta, NU Online
Ketua PCINU Mesir, Nur Fuad Shofiyullah, menyatakan rasa bangganya atas capaian gemilang mahasiswi Indonesia di Universitas Al-Azhar, Mesir. Hal ini menanggapi viralnya sosok Yelly Putriani yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari Grand Syekh Al-Azhar, Mesir, pada Senin (2/2/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa selain Yelly, terdapat mahasiswa Indonesia yang mengukir prestasi akademik luar biasa di angkatan yang sama.
"Alhamdulillah kita juga memiliki kader pada angkatan yang sama dengan prestasi summa cumlaude, nomor satu tertinggi untuk mahasiswa asing di Mesir di Fakultas Dirasat Islamiyah wal Arabiyah Putri Al-Azhar. Namanya Tafri' Istbatul Hukmi," ujar Nur Fuad saat diwawancarai NU Online pada Senin (2/2/2026).
Menariknya, Nur Fuad juga memberikan catatan mengenai perbedaan budaya kelulusan di Indonesia dan Mesir. Menurutnya, konsep wisuda di Al-Azhar cenderung lebih santai dan tidak sesakral prosesi wisuda yang umum dijumpai di Indonesia.
Nur Fuad menjelaskan bahwa minggu lalu Yelly Putriani berhasil merepresentasikan mahasiswa Indonesia dengan sangat baik, bahkan hingga mendapatkan kehormatan untuk menyampaikan prakata mewakili para wisudawan.
Melansir dari akun resmi Al-Azhar, pada Rabu (28/1/2026), Yelly Putriani, mahasiswi asal Indonesia yang baru saja menyelesaikan studinya di Universitas Al-Azhar, Kairo, mendapatkan kehormatan luar biasa. Ia diterima langsung oleh Imam Besar Al-Azhar, Prof Ahmed Al-Tayeb, di kantornya, Masikha Al-Azhar.
Pertemuan tersebut merupakan jawaban atas keinginan yang diungkapkan Yelly dalam pidato kelulusannya yang viral. Dalam kesempatan itu, Syekh Al-Azhar tidak hanya memberikan apresiasi atas ketekunan akademik Yelly, tetapi juga memberikan hadiah berupa kesempatan untuk melanjutkan studi jenjang Magister (S2) di Al-Azhar dengan beasiswa penuh.
Yelly menyatakan kebahagiaannya yang luar biasa bertemu dengan Syekh Al-Azhar. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan salah satu keinginannya sejak ia mencapai Azhar.
Kepada Imam Besar, Yelly juga mengaku bahwa selama empat tahun menempuh pendidikan, ia sama sekali tidak pulang ke Indonesia demi fokus menimba ilmu. Kecintaannya pada Al-Qur'an sejak kecil membawanya memilih spesialisasi di bidang Balaghah (Retorika) dan Ilmu-Ilmu Al-Qur'an.
"Ia tidak kembali ke negaranya empat tahun lalu untuk mencari ilmu, menunjukkan bahwa cintanya kepada Al-Qur'an yang mulia sudah teguh dalam nuraninya sejak kecil, dan menjadi motivasi baginya untuk memilih untuk mempelajari orasi dan keistimewaan pada ilmu-ilmu Al-Qur'an." Demikian dikutip dari akun resmi Instagram Al-Azhar, Rabu (4/2/2026).
Sebelumnya, mahasiswi asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat tersebut mewakili mahasiswi asing dalam acara wisuda. Ia menyampaikan pidato yang menggetarkan hati ribuan hadirin.
Mengutip Akun Youtube Resmi Al-Azhar, dalam naskah pidatonya, ia mengenang masa-masa awal menginjakkan kaki di Mesir dengan perasaan bimbang.
"Teringat hari pertama saat kaki kami menginjakkan kaki di bumi Mesir yang diberkahi, dengan hati yang bercampur antara rasa takut dan harapan," ungkap Yelly dalam pidatonya.
Ia juga menekankan bahwa meski jauh dari orang tua, ia menemukan kekuatan dalam iman.
"Kami datang untuk menuntut ilmu di negeri Al-Azhar dengan membawa mimpi-mimpi besar dan cita-cita yang mulia. Dari hari-hari yang sulit dan momen-momen indah, kami belajar untuk bersabar, rida, dan percaya bahwa setiap kelelahan akan diikuti oleh kebahagiaan, dan dari setiap keterasingan (jauh dari rumah) akan lahir cahaya kedekatan dengan Allah," lanjutnya.
Dan pada kesempatan yang sangat berharga tersebut, Yelly tidak lupa untuk menyampaikan ungkapan terima kasih kepada kedua orang tuanya di Indonesia.
"Terima kasih dan rasa syukur yang mendalam kepada kedua orang tua saya tercinta di Indonesia, yang telah menjadi sebab (perantara) setelah Allah atas pencapaian saya hingga ke tingkat ini, berkat doa, dukungan, dan pengorbanan mereka berdua," ungkap Yelly.
Yelly juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada warga lokal Mesir yang telah membantunya selama merantau.
"Secara khusus, kami berterima kasih kepada saudari-saudari kami, para wanita Mesir yang mulia. Kalian telah menjadi saudara bagi kami dalam ilmu dan menjadi pelipur lara di tanah rantau," tuturnya.
Kini, dengan restu dan dukungan penuh dari Al-Azhar, Yelly bersiap mengemban amanah baru di jenjang S2. Ia berharap perjalanannya ini bisa menginspirasi banyak pelajar Indonesia lainnya untuk terus membawa pesan Islam yang moderat (Wasathiyah) ke kancah internasional.