KDEI Taipei Sampaikan Perkembangan Layanan WNI dan Kenaikan Upah PMI di Taiwan
Rabu, 11 Maret 2026 | 22:32 WIB
Momen buka bersama di Kantor KDEI Taipei bersama para diaspora di Taiwan, pada Senin (9/3/2026). (Foto: dok. istimewa)
Taipei, NU Online
Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei menyampaikan sejumlah perkembangan layanan bagi warga negara Indonesia (WNI) serta peningkatan kesejahteraan pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan.
Hal ini diungkap dalam acara buka puasa bersama organisasi masyarakat dan komunitas Indonesia, pada Senin (9/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 peserta dari 69 organisasi dan komunitas Indonesia di Taiwan, di antaranya PCINU Taiwan, PCI Muhammadiyah, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI), serta berbagai komunitas diaspora lainnya.
Kepala KDEI Taipei Arif Sulistyo memaparkan sejumlah program yang sedang dan akan dijalankan untuk meningkatkan pelayanan kepada WNI di Taiwan.
Salah satunya, rencana pembentukan lembaga pendidikan di bawah koordinasi KDEI guna mengakomodasi kebutuhan mahasiswa Indonesia yang jumlahnya terus meningkat.
Menurut Arif, rencana tersebut saat ini tengah ditindaklanjuti setelah adanya pertemuan dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.
“Hal ini dilakukan agar mahasiswa Indonesia di Taiwan dapat lebih terkoordinasi serta mendapatkan dukungan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima NU Online, pada Rabu (11/3/2026).
Selain itu, Arif menjelaskan bahwa layanan perpanjangan paspor bagi WNI kini semakin dipermudah. Proses pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi, sedangkan pembayaran telah bekerja sama dengan jaringan minimarket di Taiwan.
“Untuk perpanjang paspor bagi WNI sekarang sistemnya lebih dipermudah, bisa langsung perpanjang lewat aplikasi dan kemudian pembayaran sekarang sudah bekerja sama dengan FamilyMart dan 7-Eleven di seluruh Taiwan, sehingga bisa membayarkan lewat market tersebut,” jelasnya.
Arif juga menyampaikan upaya KDEI dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan para pekerja migran Indonesia di Taiwan. Ia mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah Taiwan agar standar upah bagi pekerja Indonesia dapat ditingkatkan.
“Alhamdulillah, atas usulan tersebut gaji para PMI di Taiwan mengalami kenaikan sekitar 1.000 hingga 1.500 dolar Taiwan. Meskipun belum terlalu besar, namun kenaikan ini cukup membantu bagi para pekerja,” katanya.
Pada acara buka bersama tersebut, KDEI juga menghadirkan dai Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam program NU Worldwide dari Lembaga Dakwah PBNU, Ustadz Zainut Tholibin, untuk menyampaikan kultum sekaligus menjadi imam shalat tarawih.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Zainut mengajak para jamaah memanfaatkan momentum Ramadan, khususnya peringatan Nuzulul Qur’an, dengan meningkatkan ketakwaan melalui interaksi yang lebih intens dengan Al-Qur’an.
Ia menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an pada Ramadhan memiliki keutamaan yang besar karena setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah.
“Pada momentum Nuzulul Qur’an ini kita harus meningkatkan ketakwaan dengan sering membaca Al-Qur’an. Apalagi di bulan Ramadan, setiap kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah,” ujarnya.
Ustadz Zainut juga menegaskan, Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad. Berbeda dengan mukjizat para nabi sebelumnya yang bersifat temporer dan terjadi pada peristiwa tertentu, mukjizat Al-Qur’an berlaku sepanjang masa.
Ia mencontohkan mukjizat Nabi Ibrahim AS yang tidak terbakar saat dilempar ke dalam api oleh Raja Namrud, serta mukjizat Nabi Musa AS yang mampu membelah laut ketika dikejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya.
Menurutnya, mukjizat tersebut terjadi pada waktu tertentu sebagai bukti kekuasaan Allah di hadapan kaum yang menentang para nabi.
“Sedangkan Al-Qur’an merupakan mukjizat yang tidak hanya berlaku pada masa Nabi Muhammad saja, tetapi sejak awal penciptaan dunia hingga akhir kehidupan alam semesta. Al-Qur’an menunjukkan betapa besar dan kuasanya Allah,” jelasnya.