Resmi Dilantik, PCI Pagar Nusa Taiwan Perkuat Peran Penjaga Budaya
Rabu, 21 Januari 2026 | 13:30 WIB
Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa resmi melantik Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Pagar Nusa Taiwan Masa Khidmah 2025-2028. Pelantikan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Umum PP Pagar Nusa Edy Junaedi dalam acara peringatan Harlah ke-40 Pagar Nusa yang digelar di Gedung Serbaguna Wuri, Taiwan pada Ahad (18/1/2026).
Ketua PCI Pagar Nusa Taiwan Muhammad Fuad Hasyim menyampaikan bahwa pelantikan ini bertujuan untuk mengesahkan kepemimpinan yang akan menjalankan roda organisasi secara amanah dan bertanggung jawab, serta bertanggung jawab menjaga dan menjaga warisan budaya berupa pencak silat di tanah rantau.
“Menjaga budaya warisan leluhur yaitu pencak silat agar terus berkembang dimanapun berada khususnya di Negara Taiwan. Kemudian, menjaga aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) agar tetap berjaga di tengah budaya-budaya yang berbeda,” ujarnya kepada NU Online pada Selasa (20/1/2026) malam.
Ia juga menyampaikan bahwa pelantikan ini memiliki makna strategis, baik secara organisatoris maupun ideologis. Sebab, pelantikan ini menyatukan para pesilat-pesilat atau pendekar Pagar Nusa yang ada di Taiwan dari berbagai daerah agar bisa bersatu.
"Pengelolaan organisasi agar terus berjalan teratur terarah sesuai dengan AD-ART. Dan sebagai jalan konsolidasi antarnegara khususnya yang berkaitan dengan pencak silat dan NU,” ucapnya.
Fuad menjelaskan bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan setahun ke depan adalah penguatan sumber daya kaderisasi berjenjang, pembinaan anggota, pengembangan program, peningkatan prestasi, dan bersinergi dengan program kerja PCINU Taiwan.
Baca Juga
Gus Maksum, Sang Pendekar Pagar Nusa
“Posisi Pagar Nusa sebagai benteng NU dan bangsa selalu siap apabila membutuhkan kita,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, agenda rutin seperti kegiatan triwulanan, pencak dor tahunan, seni budaya, hingga tradisi kenduri dan tahlilan akan terus dilaksanakan sebagai upaya memperkuat identitas kultural Nahdliyin.
Fuad menyampaikan bahwa Wakil Ketua Umum PP Pagar Nusa Edy Junaedi berpesan kepada para kader untuk bersikap moderat dan memposisikan pencak silat sebagai olahraga prestasi yang mampu mempopulerkan Islam moderat, toleran, dan menghargai keberagaman setiap negara.
“Dapat menjaga tradisi pencaksilat dengan baik, menjaga persatuan dan kekompakan serta bermanfaat untuk NU, bangsa, dan kemanusiaan, menjauhi perpecahan, tawuran, dan hal negatif yang dapat merugikan pribadi maupun organisasi,” imbuhnya.
“Jaga adab dan budi pekerti luhur di tanah rantau, karena kekuatan dan karakter pagar nusa terletak pada adab sopan santun, disiplin dan bisa membaur dengan semua kalangan apapun,” sambungnya.
Fuad berharap dengan dilaksanakan pelantikan ini dapat menjalankan amanah sesuai visi dan misi Pagar Nusa, menginstruksikan anggota untuk menghindari provokasi dan perpecahan, serta menjaga marwah organisasi.
“Bisa selalu bersinergi dengan seluruh badan otonom NU se-Taiwan. Selanjutnya, mengedepankan semangat ukhuwah islamiah, kekompakan, dan pengabdian atau khidmah kepada NU. Menjadi pelopor perdamaian dan bisa mendamaikan masalah apapun yang terjadi di Taiwan kaitannya dengan komunitas ataupun pencak silat,” ujarnya.
Selain pelantikan, acara tersebut juga dirangkaikan dengan pelaksanaan ijazah kubra yang dipimpin Majelis Pendekar PP Pagar Nusa KH Ubaidillah Suwito. Ijazah ini diikuti seluruh kader Pagar Nusa se-Taiwan dan 30 siswa. Ijazah kubra tersebut berisi doa-doa benteng diri dan keselamatan, serta sejumlah amalan khusus yang hanya diberikan kepada kalangan Pagar Nusa.
“Ijazah kubra dan pelantikan dilaksanakan bersamaan karena antara kelembagaan dan spiritual agar semakin kuat di bawah naungan doa dan restu para Kiai Sepuh NU yang berada di Taiwan. Serta sebagai momentum silaturahmi antarbanom NU, pimpinan NU se-Taiwan, dan para pendekar Pagar Nusa di tanah rantau,” pungkas Fuad.