Internasional

Siswa SMA Pingzhen Taiwan Sambangi Mushala Al-Amin Zhongli, Perdalam Toleransi dan Budaya Asia Tenggara

Sabtu, 14 Maret 2026 | 12:00 WIB

Siswa SMA Pingzhen Taiwan Sambangi Mushala Al-Amin Zhongli, Perdalam Toleransi dan Budaya Asia Tenggara

Para siswa Taoyuan Municipal Pingzhen Senior High School saat mengunjung Mushala Al-Amin Zhongli Taiwan, Selasa (10/3/2026). (Foto: NU Taiwan)

Zhongli, NU Online

Suasana khidmat sekaligus penuh rasa ingin tahu menyelimuti Mushala Al-Amin Zhongli pada Selasa (10/3/2026). Hari itu puluhan siswa dari Taoyuan Municipal Pingzhen Senior High School (setara Sekolah Menengah Atas/SMA) melakukan kunjungan edukasi dalam rangka program pengenalan budaya Asia Tenggara.

 

Kunjungan ini sebelumnya telah dikoordinasikan oleh Lu Yen Feng bersama perwakilan Takmir Mushala Al-Amin, Ustadz Ahmad Muhgni. Dalam pelaksanaannya, rombongan juga diterima oleh Ustadz Muhammad Ibnu Kafa, Dai Go Global PBNU 2026 yang sedang bertugas di Taiwan.

 

Kegiatan yang dipandu oleh Lu Yen Feng ini dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh 14 siswa, sementara sesi kedua diikuti oleh 40 siswa. Dalam kunjungan tersebut, para siswa mengeksplorasi jejak kehidupan komunitas imigran di Taiwan.

 

Dalam sesi wawancara, Yen Feng menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program khusus internal beberapa sekolah yang telah berjalan secara konsisten selama sembilan tahun.

 

"Kami mulai mengenalkan budaya Asia Tenggara sejak tahun 2017. Ini bukan sekadar kurikulum wajib pemerintah, melainkan inisiatif beberapa sekolah, termasuk SMA Pingzhen saat guru-guru merasa siswa perlu memahami keberagaman di sekitar mereka," ujar Yen Feng.

 

Rute perjalanan para siswa dimulai dari gereja di Jalan Changjiang, kemudian dilanjutkan ke Wat Sangwaro (vihara Thailand) di Jalan Zhongshan, dan berakhir di Mushala Al-Amin. Sepanjang perjalanan, para siswa belajar mengenai berbagai aspek kehidupan komunitas Asia Tenggara di Taiwan, mulai dari kuliner, agama, hingga kisah perjuangan para pekerja migran.

 

Saat berada di dalam mushala, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai profil Mushala Al-Amin serta fungsinya sebagai tempat ibadah sekaligus pusat berkumpul bagi warga Indonesia di Taiwan agar tetap merasa dekat dengan kampung halaman. Para siswa juga diperkenalkan secara sederhana mengenai enam rukun iman dan lima rukun Islam, serta mendengar kisah nyata dari komunitas Muslim yang tinggal di Taiwan.

 

"Awalnya kami khawatir orang lokal Taiwan tidak bisa masuk. Namun, keramahan pengurus Mushala Al-Amin luar biasa. Kami kagum bagaimana tempat ini mendukung kehidupan orang Indonesia di Taiwan agar merasa seperti di rumah sendiri," ujar Yen Feng.

 

Wakil Takmir Mushala Al-Amin, Ustadz Ahmad Muhgni, menyampaikan bahwa kunjungan semacam ini telah beberapa kali dilakukan oleh berbagai SMA di sekitar Zhongli maupun rombongan guru.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi jalan dakwah untuk mengenalkan Islam secara langsung kepada masyarakat luas.

 

Ia juga menegaskan bahwa pintu Mushala Al-Amin selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan mengenal Islam. "Ini adalah wujud nyata dari dakwah yang merangkul dan mendinginkan suasana," ujarnya.

 

Ustadz Muhammad Ibnu Kafa menilai kegiatan ini sebagai bentuk diplomasi budaya yang positif.

 

"Kehadiran siswa SMA Taiwan ke mushala membuktikan bahwa perbedaan agama bukan sekat, melainkan jembatan untuk saling mengenal. Kami dari Da’i Go Global PBNU sangat mengapresiasi keterbukaan pihak sekolah dalam mengenalkan nilai-nilai toleransi sejak dini," ujarnya.

 

Kunjungan tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab santai yang menunjukkan antusiasme para siswa Taiwan terhadap budaya Islam Indonesia, sekaligus menciptakan suasana harmoni di tengah dinamika kehidupan Kota Zhongli.