BNPB Catat 48 Rumah Rusak Akibat Longsor Cisarua, Warga Disiapkan untuk Relokasi
Kamis, 5 Februari 2026 | 08:00 WIB
Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, (Foto: ANTARA)
Bandung Barat, NU Online Jabar
Di tengah operasi pencarian dan pertolongan korban hilang akibat longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai melakukan pendataan rumah warga yang terdampak bencana. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, pendataan dilakukan bersama pemerintah daerah setempat terhadap rumah yang mengalami kerusakan berat hingga hancur total akibat longsor. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 48 unit rumah mengalami kerusakan parah.
Selain rumah rusak total, BNPB juga menilai perlu dilakukan identifikasi terhadap rumah-rumah warga yang berada di zona rawan dan berpotensi terancam longsor susulan sehingga harus direlokasi.
“Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga sedang mendata, kira-kira di samping 48 tadi, apakah ada rumah-rumah masyarakat yang memang harus direlokasi,” kata Suharyanto, Kamis (29/1).
Untuk mempercepat proses relokasi, BNPB meminta pemerintah daerah segera menyiapkan lokasi atau lahan yang aman bagi warga terdampak. Suharyanto juga memastikan bahwa BNPB akan memberikan bantuan dana tunggu hunian kepada keluarga yang terdampak langsung dan saat ini mengungsi di rumah kerabat atau keluarga.
“Apabila mereka terdampak langsung dan harus mengungsi di rumah keluarganya, tidak apa-apa. Haknya juga akan diberikan. Kalau rumahnya rusak, hilang, atau rusak berat, mereka tetap mendapatkan dana tunggu hunian,” ujarnya.
Di sisi lain, Suharyanto mengapresiasi kinerja Tim SAR Gabungan yang tetap melaksanakan operasi pencarian meski menghadapi tantangan cuaca dan risiko longsor susulan. Berdasarkan data hingga Rabu (28/1), sebanyak 53 bodypack berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor.
Untuk mendukung kelancaran operasi SAR, BNPB juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mengurangi intensitas hujan di wilayah terdampak. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih aman bagi Tim SAR Gabungan dalam melaksanakan pencarian 27 korban yang masih dinyatakan hilang.
“Cuaca hujan terus, namun kita melakukan operasi modifikasi cuaca. Alhamdulillah bisa membantu, walaupun tidak sepenuhnya menghentikan hujan,” imbuhnya.
Sementara itu, Tim SAR Gabungan mencatat telah mengevakuasi sebanyak 85 jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, hingga hari ke-11 operasi pencarian dan pertolongan. Dari jumlah tersebut, 68 jenazah telah berhasil diidentifikasi.
“Berdasarkan data Disaster Victim Identification, sebanyak 68 korban telah teridentifikasi, sementara 17 kantong jenazah masih menjalani proses identifikasi lanjutan,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana.
Ade menjelaskan, kondisi cuaca yang relatif cerah berawan turut mendukung kelancaran operasi pencarian. Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan SAR tetap dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan.
“Operasi SAR akan terus dilaksanakan secara terukur, hati-hati, dan profesional, dengan mempertimbangkan situasi lapangan serta rekomendasi keselamatan dari unsur teknis,” katanya.
Selengkapnya klik di sini.