Jateng

KH Ubaidullah Shodaqoh: Misi Kemanusiaan Lekat dengan Dimensi Ketuhanan

Ahad, 11 Januari 2026 | 09:00 WIB

KH Ubaidullah Shodaqoh: Misi Kemanusiaan Lekat dengan Dimensi Ketuhanan

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh melepas relawan NU Peduli Kemanusiaan menuju Aceh dalam misi kemanusiaan pascabencana. (Foto: Rauyan)

Semarang, NU Online Jateng -

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidullah Shodaqoh, secara resmi melepas keberangkatan relawan NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah menuju Aceh dalam misi kemanusiaan pascabencana. Pelepasan berlangsung di Gedung PWNU Jawa Tengah, Jl dr Cipto 180 Semarang pada Sabtu (10/1/2026). 

 

Pemberangkatan ini akan dilaksanakan dalam dua tahap, di mana pada tahap pertama ini diterjunkan sebanyak 22 relawan yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

 

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para relawan telah dibekali melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Relawan yang dibuka secara resmi oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin.

 

Kiai Ubaidullah Shodaqoh menegaskan bahwa misi kemanusiaan yang dijalankan relawan NU Peduli Kemanusiaan bukan sekadar kerja sosial, tetapi memiliki dimensi keagamaan yang sangat kuat.

 
Relawan NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah bersiap diberangkatkan menuju Aceh dari Gedung PWNU Jateng dalam misi kemanusiaan pascabencana. (Foto: Rauyan)
Relawan NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah bersiap diberangkatkan menuju Aceh dari Gedung PWNU Jateng dalam misi kemanusiaan pascabencana. (Foto: Rauyan)
 

“Ini pentingnya hablum minannas yang tidak dipisahkan dengan hablum minallah. Artinya bahwa misi kemanusiaan ini sangat lekat sekali dengan dimensi ketuhanan. Allah menolong mereka melalui panjenengan,” tuturnya.

 

Ia mengingatkan para relawan agar mempersiapkan diri secara mental dan spiritual. Menurutnya, kondisi psikologis korban bencana sering kali tidak stabil, sehingga dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan dalam mendampingi mereka.

 

“Psikologis orang yang sedang ditimpa bencana itu ya ora genah. Barangkali nanti panjenengan akan bekerja, mereka cuma diam saja. Maka itu ujian keikhlasan panjenengan,” ujarnya.

 

Ia menyebut, kerja relawan NU Peduli Kemanusiaan yang terlibat dalam perbaikan mushala, langgar, masjid, madrasah, dan fasilitas keagamaan lainnya merupakan sedekah dengan kemanfaatan langsung bagi kehidupan keagamaan masyarakat.

 
Kiai Ubaid bersama Jajaran PWNU Jawa Tengah melepas keberangkatan armada dan relawan NU Peduli Kemanusiaan menuju Aceh dari Gedung PWNU Jateng, Semarang. (Foto: Rauyan)
Kiai Ubaid bersama Jajaran PWNU Jawa Tengah melepas keberangkatan armada dan relawan NU Peduli Kemanusiaan menuju Aceh dari Gedung PWNU Jateng, Semarang. (Foto: Rauyan)
 

“Bukan hanya sedekah sembarang sedekah, tapi sedekah yang juga punya kemanfaatan keagamaan secara langsung,” tegasnya.

 

Kiai Ubaid juga mengajak relawan melihat misi ini sebagai bentuk tanggung jawab kebangsaan dan ukhuwah Islamiyah, terlebih Aceh memiliki sejarah panjang penderitaan akibat bencana.

 

Selengkapnya klik di sini.