Jateng

LP Ma’arif NU dan Pergunu Kendal Sampaikan Persoalan Pendidikan ke Mendikdasmen

Ahad, 5 April 2026 | 09:00 WIB

LP Ma’arif NU dan Pergunu Kendal Sampaikan Persoalan Pendidikan ke Mendikdasmen

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof Abdul Mu’ti saat lakukan dialog dengan LP Maarif NU dan Pergunu Kendal.

Kendal, NU Online Jateng 

Lembaga Pendidikan Ma’arif Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kendal bersama Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kendal sampaikan problem pendidikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof Abdul Mu’ti, di Gedung Aswaja PCNU Kendal saat sarasehan pendidikan, Jumat (4/3/2026).

 

Pertemuan tersebut menjadi forum dialog terbuka antara pemerintah dan pengelola pendidikan, khususnya dalam menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi sekolah swasta di bawah naungan Ma’arif.

 

Sejumlah isu strategis mengemuka dalam diskusi itu, mulai dari kesejahteraan guru, kebijakan penerimaan peserta didik baru, hingga regulasi pendidikan yang dinilai berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan lembaga pendidikan swasta.

 

Ketua LP Ma’arif PCNU Kendal, Ahmad Khoiron, menyampaikan beberapa aspirasi penting kepada pemerintah. Ia menekankan perlunya kebijakan penempatan guru PPPK agar tetap mengabdi di sekolah asal, pengaktifan kembali insentif bagi guru non-sertifikasi dan tenaga kependidikan, serta pendampingan kebijakan bagi sekolah swasta.

 

“Kami berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada sekolah swasta, khususnya Ma’arif, karena kami juga bagian dari sistem pendidikan nasional,” ujarnya.

 

Selain itu, Ma’arif Kendal juga mengusulkan pembatasan rombongan belajar di sekolah negeri guna menjaga keseimbangan dengan sekolah swasta, pembukaan kembali program inpassing bagi guru sertifikasi, serta kemudahan dalam perizinan operasional dan penyesuaian nomenklatur sekolah, khususnya jenjang SMA dan SMK.

 

Menanggapi hal tersebut, Mendikdasmen Prof Abdul Mu’ti mengapresiasi peran aktif LP Ma’arif NU dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis nilai keislaman dan kebangsaan. Ia menegaskan bahwa sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

“Swasta itu mitra pemerintah, bukan pesaing. Kita ingin sistem pendidikan ini saling menguatkan,” tegasnya.

 

Selengkapnya klik di sini.