Nasional

Gema Shalawat Badar Sambut Mendikdasmen Saat Resmikan 14 Sekolah di Kalsel

NU Online  ·  Selasa, 13 Januari 2026 | 16:30 WIB

Gema Shalawat Badar Sambut Mendikdasmen Saat Resmikan 14 Sekolah di Kalsel

Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat meresmikan hasil revitalisasi 14 satuan pendidikan di SMAS Al-Islam Nurul Maad di Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Banjarbaru, NU Online

Pemerintah terus memperkuat kualitas layanan pendidikan melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil revitalisasi 14 satuan pendidikan di Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.


Peresmian secara simbolis dilaksanakan di SMAS Al-Islam Nurul Maad. Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen hadir disambut dengan Shalawat Badar oleh warga sekolah. 
 

Dalam sambutannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan program unggulan Presiden Republik Indonesia untuk mendukung terselenggaranya kegiatan belajar mengajar yang lebih baik. Lingkungan sekolah yang nyaman diharapkan mampu mendorong semangat belajar serta meningkatkan motivasi peserta didik.
 

“Sekolah yang nyaman, ruang kelas yang nyaman, diharapkan dapat menjadi lingkungan pendukung agar anak-anak dapat belajar dengan lebih baik dan memiliki motivasi yang lebih tinggi,” ujar Mendikdasmen di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
 

Selain perbaikan sarana dan bangunan sekolah, Kemendikdasmen juga mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui program digitalisasi pembelajaran berupa Papan Interaktif Digital (PID).


Mendikdasmen berharap bahwa kebijakan-kebijakan tersebut dapat mendorong terwujudnya layanan pendidikan yang lebih bermutu.
 

Mendikdasmen pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah direvitalisasi secara optimal.


“Kami mohon kepada sekolah-sekolah yang mendapatkan revitalisasi agar gedungnya dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, demi memberikan layanan pendidikan yang bermutu untuk semua,” tambahnya.
 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, melaporkan bahwa pada tahun 2025, program revitalisasi menjangkau 26 PAUD, 86 SD, 78 SMP, 29 SMA, 25 SMK, dan 6 SLB, dengan total bantuan mencapai sekitar Rp232 miliar.
 

“Program revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik dan sarana prasarana sekolah, tetapi juga pada penguatan pembelajaran adaptif, inklusif, dan bermutu untuk semua peserta didik,” ucapnya.
 

Kesan warga sekolah atas program revitalisasi
 
Guru SMAS Al-Islam Nurul Maad, Astriani, menyampaikan bahwa sekolahnya menerima bantuan revitalisasi berupa lima ruangan baru, yaitu laboratorium IPA, laboratorium komputer, UKS, ruang BK, serta toilet.


Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu dan pihak sekolah telah merencanakan untuk memanfaatkannya secara maksimal.
 

“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Kemendikdasmen sudah memberikan kami kesempatan untuk bisa mendapatkan bantuan yang luar biasa ini. Mudah-mudahan fasilitas ini dapat kami manfaatkan sebaik mungkin agar siswa-siswi kami mampu bersaing,” ungkap Astriani.
 

Hal senada disampaikan oleh siswa SMAS Al-Islam Nurul Maad, Ali Zubaidi. Ia mengaku fasilitas sekolah sebelumnya masih terbatas, sehingga revitalisasi ini sangat berarti bagi para siswa. “Sejak ada revitalisasi ini, kami sangat terbantu. Fasilitas jadi lebih lengkap dan sistem belajar kami jadi lebih mudah,” ujarnya.
 

Kepala SD Negeri Belitung Selatan 2 Banjarmasin, Emha Ridha, menjelaskan bahwa sekolahnya menerima bantuan berupa pembangunan ruang administrasi baru, toilet baru, dan rehabilitasi toilet. Ia menyebut antusiasme murid terlihat jelas, terutama terhadap fasilitas toilet yang kini jauh lebih layak. “Sekarang toiletnya bersih, terang, dan aman. Anak-anak jadi tidak takut lagi menggunakannya,” jelasnya.


Sementara itu, siswa SMA Negeri 7 Banjarmasin, Muhammad Akmal Anwari, mengapresiasi bantuan rehabilitasi ruang kelas dan penambahan ruang belajar di sekolahnya yang sebelumnya kerap terdampak banjir. 


“Terima kasih karena kenyamanan kami untuk belajar diperhatikan sekali. Dengan adanya revitalisasi ini, kita jadi lebih nyaman untuk mempelajari apa yang kita butuhkan dalam kehidupan,” tuturnya.
 

Melalui program revitalisasi satuan pendidikan, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan belajar yang layak, aman, dan mendukung proses pembelajaran di berbagai daerah.

Pemerintah berharap, perbaikan sarana pendidikan ini dapat menjadi fondasi bagi peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan serta mendukung terwujudnya layanan pendidikan yang bermutu dan merata bagi seluruh peserta didik di Indonesia.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang